Gubernur Bali minta warga Bali Nuraga di Lampung dievakuasi

Reporter : Wayan Anantara | Rabu, 31 Oktober 2012 02:42




Gubernur Bali minta warga Bali Nuraga di Lampung dievakuasi
I Made Mangku Pastika. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika meminta warga transmigran asal Bali yang menetap di kampung Bali Nuraga, Lampung Selatan bersedia dievakuasi menyusul kerusuhan dalam beberapa hari terakhir.

Langkah itu untuk menghindari kerusuhan lebih luas dan korban lebih banyak. "Kapolda Lampung sudah menghubungi saya dan dia meminta saya membujuk warga Bali Nuraga bersedia dievakuasi," kata Pastika di Denpasar, Selasa (30/10).

Pastika menyatakan telah memerintahkan PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) untuk mengimbau warga Bali Nuraga agar mau dievakuasi. Namun upaya itu gagal karena warga memilih bertahan.

Menurut Pastika, ada sekitar 300 warga Bali Nuraga yang memilih bertahan dengan segala risiko. Sedangkan yang akan menyerbu jumlahnya lebih dari 3 ribu orang. "Karena itu harus dievakuasi sementara," imbuh mantan Kapolda Bali ini.

Pastika menambahkan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemda Lampung untuk mencari langkah terbaik. "Ini (kerusuhan) sudah terjadi kesekian kalinya sehingga harus segera dicarikan jalan keluar," tutup Pastika.

[tyo]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Basarnas hentikan operasi besar pencarian korban AirAsia QZ8501
  • PPP kubu Romi dukung hak angket DPRD DKI terhadap Ahok
  • Hatta Rajasa pasang badan, jaga loyalis agar tak 'digusur' Zulkifli
  • Penaikan harga beras jadi motor hambat deflasi Februari 2015
  • Peras pengiklan, pejabat Satpol PP Bandung jadi tersangka
  • Basarnas resmi serahkan bangkai AirAsia ke KNKT
  • Mendagri: Seribu Tony Abbott menelepon, eksekusi mati tetap jalan
  • Mesum dengan WIL di hotel, pejabat Kehutanan Labura digerebek istri
  • Samsung Galaxy S6 akhirnya resmi dirilis, dibanderol Rp 10 jutaan
  • Hukum mati WNI, Malaysia nyatakan perang lawan narkoba
  • SHOW MORE