Geng motor cerminan pemerintahan yang sakit

    Reporter : Muhammad Sholeh | Minggu, 15 April 2012 06:24

    Geng motor cerminan pemerintahan yang sakit
    geng motor. merdeka.com/dok

    Merdeka.com - Akhir-akhir ini publik ibu kota dikejutkan dengan maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor. Menurut Wakil Ketua MPR, Hadjrianto Tohari, maraknya geng motor cermin dari penyelenggara negara dan pemerintahan yang secara psikologis sudah sakit.

    "Penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, penyuapan baik yang dilakukan oleh legislatif, eksekutif, dan yudikatif itu kan juga sudah parah. Pemerintahan secara psikologis lagi sakit. Nah, masyarakat mencontohnya melalui geng-geng motor ini," kata Wakil Ketua MPR, Hadjrianto Tohari kepada merdeka.com, Jakarta, Sabtu, (14/4).

    Menurut Hadjrianto, sebetulnya geng Motor semula hanya semacam perkumpulan pecinta motor atau 'motors club' saja. Tapi karena tidak ada pembinaan dan penanggungjawabnya maka kemudian tumbuh menjadi liar, tidak terkontrol dan tak terkendalikan.

    "Kini malah berkembang menjadi lebih liar lagi karena sudah biasa melakukan kekerasan, bahkan kriminal. Penamaan 'geng' itu sendiri sudah jelas beraura kekerasan dan kriminal. Dan mereka bangga dengan sebutan itu," terangnya.

    "Mereka bangga karena merasa disegani dan ditakuti oleh masyarakat. Mereka ini kan anak-anak yang secara psikologis sakit dan secara kejiwaan memang terganggu," papar Hadjrianto.

    Bila aksi geng motor sudah sangat meresahkan, maka begitu juga dengan kondisi pemerintahan. Karena perilaku geng motor cerminan dari pemerintah.

    "Saya rasa ini cermin dari penyelenggara negara dan pemerintahan yang secara psikologis sudah sakit dan secara kejiwaan juga sudah rusak juga," pungkasnya.

    [war]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Geng Motor

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE