Gagal lobi Dirjen, Fathanah curhat ke Sesmentan
Merdeka.com - Sekretaris Menteri Pertanian, Baran Wirawan, mengaku pernah mendengar keluhan dari tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan pencucian uang, Ahmad Fathanah. Menurut dia, hal itu terjadi setelah Fathanah gagal meloloskan dua permohonan penambahan kuota impor daging sapi milik PT Indoguna Utama.
"Saya pernah ditelepon oleh Pak Fathanah. Waktu itu dia mengatakan usaha dia digagalkan Pak Syukur (Iwantoro) dua kali. Tapi pembicaraan itu tidak saya sampaikan ke Pak Syukur," kata Baran saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (22/5).
Syukur Iwantoro adalah Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sebelumnya dia menjabat Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Investasi Pertanian. Sementara jabatan yang dia tinggalkan diisi oleh Prabowo Respatiyo Caturroso. Dulu Prabowo menduduki jabatan yang kini ditempati Syukur.
Hakim Ketua Purwono Edi Santoso lantas bertanya kapan Baran kenal dengan Fathanah. Mendapat pertanyaan tersebut, Baran mengaku lupa kapan pastinya dia bertemu Fathanah.
"Saya lupa pastinya. Kenalnya di kantor Kementerian Pertanian. Fathanah mengaku sebagai pengusaha pupuk," ujar Baran.
Di depan majelis hakim, Baran juga mengaku mengenal Elda Devianne Adiningrat alias Bunda alias Dati. Menurut Baran, dia kerap bertemu Elda di acara seminar.
"Dengan Elda kenal, karena dia adalah ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia. Bidang kerja saya agronomis, dan dalam beberapa seminar sering bertemu dia," lanjut Baran.
"Pernah bicara dengan Elda soal impor daging sapi?," tanya Hakim Ketua Edi.
"Tidak pernah yang mulia," jawab Baran.
Dalam surat dakwaan terdakwa Arya Abdi Effendy dan H. Juard Effendi, Elda disebut sebagai orang yang mengenalkan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, dengan Ahmad Fathanah. Keduanya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara sama. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya