Fredo si pocong palsu dijemput orangtua di kantor polisi
Merdeka.com - Aksi Fredo Setioxifano (15), warga Wisma Lidah Kulon, Surabaya, semalam yang menakut-nakuti warga dengan kostum pocong akhirnya berujung di kantor polisi. Setelah menangis tersedu-sedu di Mapolsek Wiyung, Fredo akhirnya dijemput orangtuanya.
Dia dijemput setelah diminta polisi untuk menghubungi orangtuanya. Kapolsek Wiyung, Kompol Wiwik Setyaningsih mengatakan, pihaknya melepas Fredo karena masih berusia belasan dan hanya berlaku iseng.
"Tapi dengan satu catatan, dia dan kedua teman tuyulnya harus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan jahilnya itu," tegas Wiwik di Surabaya, Minggu (29/7).
Sebelumnya di kantor polisi, Fredo menangis bak anak kecil minta mainan. Tak urung, aksi Fredo pun menjadi tontonan dan bahan tertawaan para tahanan Polsek Wiyung.
Seperti diberitakan, saat menggelar operasi petasan, sebagai respon polisi atas laporan masyarakat yang terganggu dengan suara petasan di kawasan Wiyung, polisi tiba-tiba dikejutkan ekspresi ketakutan para pengguna jalan yang melintas di daerah Brantas Hilir.
Mereka mengaku melihat pocong dan dua tuyul berada di semak-semak. Penasaran dengan laporan tersebut, polisi pun berusaha ingin tahu. Dan ternyata benar, di balik semak-semak terlihat bayangan pocong dan dua anak tuyul.
Mengetahui yang mendekat polisi, si pocong dan dua tuyulnya ini lari tunggang langgal. Tapi sial bagi si pocong. Dia terbelit atribut yang dikenakannya dan berhasil ditangkap. Sementara dua tuyul berhasil kabur meninggalkan si pocong, yang sebenarnya adalah Fredo Setioxifano.
"Dua tuyulnya lebih cepat melarikan diri meninggalkan si pocong, yang terbelit atributnya sendiri. Maklum, si 'pocong' berpakaian lengkap, mulai kain putih untuk atasan plus tali pocong, bawahan berupa karung plastik, ditambah make up warna putih di wajah dan hitam untuk bagian sekitar mata," terang Wiwik sambil tertawa geli. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya