Merdeka.com tersedia di Google Play


Edarkan uang palsu, PNS dibui satu tahun

Reporter : Parwito | Minggu, 28 Oktober 2012 18:00


Edarkan uang palsu, PNS dibui satu tahun
1 miliar uang palsu. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Temanggung, Jateng dipecat sebelum memasuki masa pensiun. Satu orang dipecat lantaran mengedarkan uang palsu (upal), sedangka satu lagi dipecat karena 46 hari tak masuk kerja.

Kedua PNS yang dipecat tersebut, bekerja sebagai staf di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berbeda di lingkungan Pemkab Temanggung. Untuk PNS yang dinyatakan pengadilan bersalah mengedarkan upal, divonis majelis hakim yang menangani perkaranya dengan satu tahun penjara.

"Informasi yang kami terima dari Pengadilan Negeri, yang bersangkutan tidak mengajukan banding, sehingga putusan atas perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap," tegas Kabid Administrasi dan Pembinaan Pegawai, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Ahmad Nasir kepada wartawan Minggu(28/10).

Walaupun PNS pengedar upal itu hanya divonis satu tahun, namun ancaman hukuman atas perbuatannya itu berdasar KUHP adalah pidana penjara 15 tahun.

"Lantaran ancaman hukumannya itu ialah empat tahun atau lebih, maka sesuai ketentuan UU 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, dan PP 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS, maka yang bersangkutan kemudian diberhentikan sebagai PNS," jelasnya.

Sebelumnya, PNS tersebut ditahan oleh aparat yang berwajib pada April lalu. Kemudian, selama menjalani proses hukum, yang bersangkutan oleh Pemkab diberhentikan untuk sementara dari jabatan negeri, dan hanya menerima gaji sebesar 50% dari total gaji yang dia terima.

[did]

KUMPULAN BERITA
# PNS# Uang Palsu

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita PNS, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar PNS.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Puluhan anak buah Haji Lulung 'kepung' markas PPP
  • Dahlan dan Mandiri disarankan caplok bank swasta saja
  • Pengamat: Konsultan PDIP jual capres seperti jual pasta gigi
  • Blusukan Jokowi, ampuhkah untuk senjata pilpres?
  • Ini kata Sidarto soal isu pertemuan Jokowi, Mega & Ical di Bali
  • Amerika tolak pelat nomor kendaraan ateis
  • Bila dicaplok Mandiri, pekerja BTN khawatir PHK massal
  • Barca tegaskan ingin naikkan gaji Messi
  • Tabrakan maut Fuso vs Carry, 3 orang tewas 3 kritis
  • Kisruh PPP, SDA dinilai seperti buldoser politik main pecat
  • SHOW MORE