Dua raja Jawa untuk nama cucu SBY

Reporter : Ya'cob Billiocta | Rabu, 26 Desember 2012 11:13




Dua raja Jawa untuk nama cucu SBY
Candi. ©2012 Merdeka.com/tripwow.tripadvisor.com

Merdeka.com - Nama dua cucu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kental dengan nuansa kerajaan yang berlokasi di Jawa Timur. Cucu pertama dari pasangan Agus Harimurthi Yudhoyono dengan Annisa Pohan, bernama Almira Tungga Dewi Yudhoyono.

"Almira artinya putri yang mulia, Tunggadewi itu tokoh wanita abad ke 14, Ratu Majapahit yang setia dan berani. Sedangkan Yudhoyono adalah nama keluarga," kata Annisa beberapa saat setelah melahirkan beberapa tahun lalu.

Dalam beberapa prasasti yang memuat cerita Kerajaan Majapahit, Tunggadewi atau nama lengkap Tribhuwana Wijayatunggadewi adalah penguasa ketiga Majapahit yang memerintah sekitar tahun 1328-1351. Bergelar Sri Tribhuwanottunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani.

Nama asli Tribhuwana adalah Dyah Gitarja, putri pasangan Raden Wijaya dan Gayatri. Tribhuwana naik tahta atas perintah ibunya tahun 1328, menggantikan Jayanagara yang meninggal di tahun yang sama.

Di bawah kendalinya, Majapahit menjelma sebagai kerajaan besar di Nusantara. Salah satu peristiwa penting di masanya adalah sumpah palapa yang diucapkan Gajah Mada saat dilantik sebagai rakryan patih Majapahit tahun 1334.

Gajah Mada bersumpah tidak akan menikmati kehidupan duniawi, sebelum berhasil menaklukkan wilayah kepulauan Nusantara di bawah Majapahit.

Pemerintahan Tribhuwana terkenal sebagai masa perluasan wilayah Majapahit ke segala arah sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa. Tahun 1343 Majapahit mengalahkan raja Kerajaan Pejeng (Bali), Dalem Bedahulu, dan kemudian seluruh Bali.

Tahun 1347 Adityawarman yang masih keturunan Melayu dikirim untuk menaklukkan sisa-sisa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Malayu. Ia kemudian menjadi uparaja (raja bawahan) Majapahit di wilayah Sumatera.

Perluasan Majapahit dilanjutkan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, di mana wilayahnya hingga mencapai Lamuri di ujung barat sampai Wanin di ujung timur.

Sedangkan cucu kedua Presiden SBY yang lahir pasangan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Siti Ruby Aliya Rajasa, bernama Airlangga Satriadhi Yudhoyono.

Airlangga berarti pemimpin untuk keluarga, bangsa dan negara. Sedangkan Satriadhi Yudhoyono adalah satria yang berjuang di jalan yang benar, dan dapat menghadapai segala rintangan dan tantangan.

"Kami menginginkan putra kami kelak jadi pemimpin kepala keluarga, bisa jadi pemimpin masyarakat, bangsa dan negara. Pemimpin yang bijak baik dan mampu mengayomi elemen masyarakat," kata Ibas beberapa waktu lalu.

Nama Airlangga memang tidak asing. Di sejarah Nusantara, Airlangga adalah pendiri Kerajaan Kahuripan, atau sekarang daerah Sidoarjo Jawa Timur.

Airlangga lahir di Bali tahun 990 M. Dia menjadi Raja Kahuripan dari tahun 1009 sampai 1042, dengan gelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.

Anak dari Raja Bedahulu, Udayana itu memiliki sifat kepemimpinan, berjiwa keras dan pantang menyerah. Saat berusia 16 tahun, Airlangga menikah dengan putri pamannya sendiri bernama Dharmawangsa Teguh di Watan, Ibu Kota Kerajaan Medang (sekarang sekitar Maospati, Magetan, Jawa Timur).

Namun saat prosesi sakral tersebut, prajurit sekutu Kerajaan Sriwijaya datang mengobrak-abrik. kejadian itu berujung pada meninggalnya sang paman. Airlangga yang berhasil lolos, segera melarikan diri ke hutan pegunungan dengan ditemani pembantu setianya.

Persitiwa tragis itu memilukan hati Airlangga, hingga akhirnya dia memutuskan untuk megubah jalan hidupnya dengan bertapa.

Usai tiga tahun hidup di hutan sebagai petapa, Airlangga didatangi utusan rakyat yang meminta membangun kembali Kerajaan Medang. Mengingat kota Watan sudah hancur, Airlangga pun membangun ibu kota baru bernama Watan Mas di dekat Gunung Penanggungan.

Ketika Airlangga naik takhta tahun 1009 itu, wilayah kerajaannya hanya meliputi daerah Sidoarjo dan Pasuruan saja. Karena sepeninggal Dharmawangsa Teguh, banyak daerah bawahan yang melepaskan diri.

Pada tahun 1023, Kerajaan Sriwijaya yang merupakan musuh besar dikalahkan Rajendra Coladewa raja Colamandala dari India. Hal ini membuat Airlangga lebih leluasa mempersiapkan diri untuk menaklukkan Pulau Jawa.

Sejak tahun 1025, Airlangga memperluas kekuasaan dan pengaruhnya seiring dengan melemahnya Sriwijaya. Namun usaha itu tidak berjalan mulus, menurut prasasti Terep (1032), Watan Mas kemudian direbut musuh, sehingga Airlangga melarikan diri ke desa Patakan. Berdasarkan prasasti Kamalagyan (1037), ibu kota kerajaan sudah pindah ke Kahuripan (daerah Sidoarjo sekarang).

Karena usaha gigihnya, kerajaan baru dengan pusat pemerintahan di Kahuripan, Sidoarjo ini, wilayahnya membentang dari Pasuruan di timur hingga Madiun di barat. Pantai utara Jawa, terutama Surabaya dan Tuban, menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya.

Airlangga juga memperluas wilayah kerajaan hingga ke Jawa Tengah, bahkan pengaruh kekuasaannya diakui sampai ke Bali. Menurut prasasti Pamwatan (1042), pusat kerajaan kemudian pindah ke Daha (daerah Kediri sekarang).

Dari latar belakang dua nama cucu tersebut, apakah benar Presiden SBY sedang membangun sebuah 'kerajaan' besar di Indonesia? Atau hanya mengambil nama tokoh besar, sebagai harapan untuk meneladani sikap-sikap baiknya, lantaran nama adalah doa orang tua.

[cob]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart People Share This
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Perpustakaan digital Indonesia pertama segera diluncurkan
  • Mengenang pemberangusan media, Surya Paloh luncurkan buku
  • Gadis manis penjual es krim di Taiwan digemari netizen
  • Kabareskrim turun tangan dalami laporan FPI soal Ahok
  • BI: Bank kecil masih berani genjot kredit
  • Ada perselingkuhan lain di balik cinta terlarang Jean-Sri?
  • Begini cara Newmont mencari 'emas' dalam bebatuan
  • Bongkar 3 mitos paling populer tentang diet
  • Perempuan tertangkap berkeliaran dekat Gedung Putih bawa senapan
  • Wenger akui Arsenal sempat coba datangkan Messi
  • SHOW MORE