Dua panti pijat plus di Tangerang disegel

Reporter : Mitra Ramadhan | Selasa, 14 Agustus 2012 01:34




Dua panti pijat plus di Tangerang disegel
ilustrasi. shutterstock

Merdeka.com - Dua panti pijat yang beroperasi di wilayah Ciledug dan Karang Tengah disegel paksa Satpol PP Kota Tangerang. Pasalnya, panti pijat tersebut tidak hanya melanggar perda dan imbauan wali kota, tetapi juga diduga melakukan praktik 'plus-plus'.

Kepala Bagian Pengawasan dan Penindakan Satpol PP Kota Tangerang Afdiwan mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan setelah warga sekitar panti pijat tersebut melaporkan kegiatan yang dianggap melanggar Perda dan imbauan wali kota kepada pemeritah setempat.

Setelah kami mendapatkan laporan dari warga, kami langsung menginvestigasi lokasi panti pijat tersebut. Setelah beberapa waktu kami teliti, ternyata benar adanya, di lokasi itu masih dilakukan praktik panti pijat plus, katanya, Senin (13/8).

Lantaran dianggap melanggar Perda 11 tahun 2011 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keamanan (K3) Kota Tangerang, dan juga melanggar imbauan wali kota, untuk tidak dilakukan aktivitas maksiat selama Ramadan, tempat pijat itu akhirnya disegel.

Sebenarnya, tanpa adanya imbauan dari wali kota saja, kegiatan panti pijat yang dilakukan di dua ruko di kawasan Jalan Raden Saleh, Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, dan Jalan H Mencong, Kelurahan Peninggilan, Kecamatan Ciledug itu sudah tidak benar. Jadi pantas kami segel, tegasnya.

Saat penutupan, sempat terjadi penolakan dari pemilik, dengan alasan di lokasi panti pijat itu tidak ada kegiatan yang terlarang. Termasuk seperti yang dituduhkan warga, yakni adanya praktik mesum.

Namun, dijelaskan Afdiwan, dalam aturan yang diberlakukan, praktik pijat memang tidak dibenarkan. Kalau untuk spa dan dan refleksi ada izinnya, sedangkan panti pijat tidak, singkatnya.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Irman Pujahendra mengingatkan kepada masyarakat, agar terus melakukan kerjasama dengan pemerintah terkait adanya dugaan pelanggaran di wilayahnya. Hal sekecil apapun akan ditindaklanjuti Satpol PP sebagai penegak Perda.

Kalau laporannnya benar, tidak mengada-ada, akan kami tindaklanjuti. Seperti laporan warga soal penti pijat di H Mencong dan Karang Mulya itu, bebernya.

Bahkan, atas laporan warga, pihaknya juga menyegel sejumlah titik bangunan dan kegiatan warga yang dianggap telah melanggar Perda. Seperti pembangunan tower, penggalian kabel listrik, penggalian kabel telepon, dan juga pembangunan pertokoan yang tidak dilengkapi izin dari dinas berwenang. Laporan warga jelas penting sekali bagi kami, imbaunya.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Prostitusi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Wow, Tom Hardy ternyata sudah menikah dua bulan lalu
  • Menengok sekolah satu atap Pulau Sabira, masih kekurangan guru
  • Melacur hingga Makkah dan Madinah
  • Carissa Putri: Belum ada panggilan pakai hijab beneran
  • Cerita Mistis Pulau Sabira, mercusuar dihuni 4 bule Belanda
  • Syarmuth geulis asli Cianjur
  • Review: Pesta gol, Barca naik ke puncak
  • Sejarah penghuni Pulau Sabira, hanya boleh dirikan tenda
  • Review: Inter tahan imbang Palermo
  • Mengintip keindahan Pulau Sabira, 'Penjaga Utara' zaman Belanda
  • SHOW MORE