Dua motor adu banteng di depan TBRS, 1 tewas 2 luka-luka
Merdeka.com - Dua sepeda motor Rabu (6/1) dini hari terlibat kecelakaan hebat dan tragis di Jalan Raya Sriwijaya, tepatnya di Jalan Raya depan Pintu Gerbang Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, Jawa Tengah. Ironisnya, dua sepeda motor bertabrakan saling berhadap-hadapan dari dua arah yang berlawanan layaknya adu banteng.
Akibatnya, satu orang pengendara motor tewas. Dua lainnya mengalami kritis dan langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Roemani di Jalan Singosari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Selain itu, kedua sepeda motor yaitu masing-masing adalah Vario putih nopol AB 2549 XA dan Grand hitam nopol H 3272 TF usai tabrakan keras di bagian depannya ringsek semua. Bahkan velg bagian depan bengkok dan bannya langsung meletus akibat kerasnya adu banteng tersebut.
Dari informasi yang dihimpun merdeka.com di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan, aksi kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. "Kejadiannya sekitar setengah tiga dini hari tadi," ungkap salah seorang petugas Unit Lakalantas Polrestabes Semarang pendek saat dimintai keterangan merdeka.com di TKP.
Dari pengakuan Ayon (47) salah seorang penjual nasi kucing di Taman Singosari yang tak jauh dari terjadinya kecelakaan, aksi kecelakaan tidak diketahui oleh orang sekitar. Pasalnya saat dini hari, lokasi kecelakaan dalam kondisi sepi.
Ayon mengaku mengetahui ada kecelakaan usai mendengar suara keras akibat benturan tabrakan yang sangat beras dari dua arah yang berlawanan antara arah Barat dan Timur.
"Tidak ada yang tahu pas kecelakaan. Tahunya saya saat itu ada suara keras tabrakan. Saya sedang beres-beres mau kukut (menutup) warung. Suaranya seperti trafo meledak. Saya dan dua orang pedagang langsung lari melihat tabrakan itu," ungkapnya.
Satu orang yang membawa celemek langsung tewas tergeletak di tengah jalan dengan luka mengenaskan pada bagian wajah dan tubuhnya berlumuran darah. Dua orang lainnya usai kecelakaan dalam kondisi kritis.
"Dua orang lainnya kejet-kejet (kejang-kejang) begitu usai tabrakan dan terjatuh dari motornya. Lalu kami berinisiatif untuk mencegat mobil cepat-cepat mengangkut dua korban lainnya. Waktu itu ada mobil plat K yang mau berhenti dan menolong dan melarikan kedua korban kritis ke Rumah Sakit Roemani," terangnya.
Situasi sebelum kecelakaan terjadi yang tadinya sepi lambat laun menjadi ramai karena puluhan pemakai jalan yang melintas langsung memberhentikan kendaraan mereka dan mengerumuni di sekitar tempat kejadian kecelakaan.
Usai kejadian, petugas Satuan Pengamanan (Satpam) Hotel Singosari langsung berinisiatif untuk menelepon pihak kepolisian. Petugas polisi yang ditelepon ternyata tidak langsung mengangkat telepon. Bahkan, saat ditelepon beberapa kali sempat diangkat, lalu ditutup lagi.
"Satpame bilang ke saya kalau ditelepon berkali-kali enggak diangkat. Bahkan malah sempat diangkat kemudian ditutup lagi," terangnya.
Satu jam kemudian, sekitar pukul 03.25 WIB baru tiga petugas Unit Lakalantas Polrestabes Semarang datang dan melakukan identifikasi dan memintai keterangan beberapa saksi, terutama kepada pemilik dua warung yang ada di sekitar tempat kejadian.
Jenazah korban yang tergeletak di tengah jalan itu langsung diberi gambar dengan kapur berwarna putih sebagai tanda bahwa satu dari tiga korban yang terlibat kecelakaan telah tewas di tempat. Selain itu polisi juga langsung memintai keterangan beberapa saksi di sekitar tempat kejadian.
"Sepertinya dua korban yang kritis bau minuman beralkohol. Saat digotong ke mobil untuk dilarikan ke Rumah Sakit Roemani. Kalau yang naik masing-masing kedua motor siapa saja saya tidak tahu. Sebab, baru tahu ada kecelakaan setelah ada suara benturan keras," ungkap Tri Subiyanto, pemilik warung rokok.
Usai petugas Unit Lakalantas melakukan identifikasi, sebuah mobil ambulans dari RSUD Kariadi Kota Semarang mendatangi TKP dan mengevakuasi korban yang sudah dalam kondisi tewas. Kemudian, polisi langsung menaikkan dua sepeda motor yang sudah dalam kondisi ringsek bagian depannya untuk dievakuasi ke Kantor Kanitlakalantas Polrestabes Semarang. Saat ini, kecelakaan yang melibatkan dua unit sepeda motor dan menewaskan satu orang itu masih dalam penanganan oleh Satlantas Polrestabes Semarang, Jawa Tengah.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya