Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dosen UGM: Larangan diskusi Irshad Manji bencana besar

Dosen UGM: Larangan diskusi Irshad Manji bencana besar Irshad Manji. merdeka.com/3.bp.blogspot.com

Merdeka.com - Pelarangan diskusi yang melibatkan feminis asal Kanada, Irshad Manji, di Universitas Gadjah Mada (UGM), mendapat reaksi keras dari kalangan dosen. Menurut Ketua Pusat Studi Pancasila UGM, Agus Wahyudi, pelarangan itu merupakan bencana besar.

"Menurutku ini bencana besar dan kejadian yang sangat memalukan. Pejabat di UGM seperti rektor atau direktur pascasarjana yang tugasnya adalah melindungi dan menjaga kehidupan akademik yang aman dan bebas sekuat tenaga mereka, justru malah ikut-ikut menyebarluaskan rasa ketakutan dan kekhawatiran di kalangan umum," kata Agus kepada merdeka.com, Rabu (9/5).

"Kalau ini kita benarkan, kita sedang menunggu kemunduran besar dalam ilmu pengetahuan dan perkembangan peradaban kita sebagai bangsa!" kata dosen yang meraih gelar MA dari University of Amsterdam ini.

Agus mengatakan, diskusi akademik bukan indoktrinasi. Dari diskusi kritis di kampus, kata dia, selalu bisa diharapkan tumbuhnya sikap yang berbeda. "Tetapi intinya tugas akademisi adalah menghargai pengalaman-pengalaman umat manusia, menjaganya dan mengolahnya secara terus menerus sebagai dasar pembentukan dan pengembangan peradaban kita," ujar dia.

"Apakah hanya karena sesuatu itu berbeda atau kita anggap asing dan aneh, lalu kita berhenti dan nggak boleh mempelajarinya?" gugat dosen muda di Fakultas Filsafat UGM ini.

Sebelumnya, diskusi bertema 'Agama, Kebebasan dan Keberanian Moral' di Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS), program pascasarjana UGM, dibatalkan karena perintah Rektor UGM. Aksi demonstrasi mahasiswa yang digalang Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) UGM juga dilakukan di sekitar tempat rencana pelaksanaan diskusi.

Di Solo, diskusi dengan pembicara Irshad Manji juga batal digelar karena ditolak oleh Laskar Umat Islam. Diskusi buku Irshad Manji di Teater Salihara, Jakarta Selatan, Jumat malam lalu, juga dibubarkan oleh Front Pembela Islam. Namun, diskusi sukses digelar di kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Jakarta Pusat. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP