Ditipu, suku Kamoro Papua satroni gudang besi tua di Gresik

Reporter : Moch. Andriansyah | Jumat, 1 Februari 2013 04:09

Ditipu, suku Kamoro Papua satroni gudang besi tua di Gresik
suku kamaro papua ditipu. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Perwakilan adat suku Kamoro, Jayapura, menyatroni gudang milik CV Mitra Teknik Surabaya, di Jalan Mayjen Sungkono, Gresik, Jawa Timur, Kamis (31/1). Mereka melakukan pengambilan paksa besi bekas limbah PT Freeport Indonesia yang ada di Gudang CV Mitra Teknik Surabaya.

Menurut Didik Wahyudi, yang berada di lokasi ketika dihubungi, kedatangan orang suku Kamoro di CV Mitra Teknik itu, sempat diwarnai aksi adu mulut. "Meski sempat diwarnai adu mulut, perwakilan adat suku Kamoro itu tidak berhasil mengambil paksa. Sebab, kepolisian dari Polres Gresik lebih memihak CV Mitra Teknik," terang dia.

Tak urung, aksi perang mulut antara kedua belah pihak ini, sempat menjadi perhatian para pegawai CV Mitra Teknik. Apalagi, tempat mereka (karyawan CV Mitra Teknik) didatangi orang-orang dari Papua, polisi dan TNI.

Sementara itu, seperti yang diungkap Didik, Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua (LMAP), Hertog Waisimon mengatakan, sebenarnya pada tahun 2011, PT Freeport Indonesia memberikan hibah kepada suku Kamoro untuk keperluan pangan.

Karena kekurangan pangan, hibah berupa besi tua yang digunakan untuk keperluan pangan tersebut, dijual ke pembeli besi asal Surabaya. "Uangnya, akan dibelikan bahan makanan oleh masyarakat Papua," kata Hertog.

Sayangnya, lanjut dia, sejak tahun 2011 itu, sekitar 839 kontainer yang digunakan untuk mengangkut besi tua tersebut lenyap. "Semuanya tiba-tiba tidak ada di tempat PT Freeport Indonesia, sebelum melakukan pembayaran."

Akhirnya, dilakukan pengecekan oleh masyarakat adat di Papua dan setahun kemudian, ditemukan ada 419 kontainer di Jakarta, dan 420 kontainer di Surabaya.

"Dari 420 kontainer berisi limbah berupa besi tua itu, ada 21 kontainer di gudang CV Mitra Teknik. Dan dari 21 kontainer tersebut, ternyata barangnya menyusut jadi 19 kontainer. Itu pun isi di setiap kontainernya, sudah berkurang semua," keluh Hertog.

Proses pengambilan yang dimulai tahun 2011 pun gagal terus. Marini, sebagai pemilik lahan, masih menurut Hertog, mengatakan bahwa barang tersebut adalah titipan dari warga Jerman yang membeli barang tersebut.

Sementara itu, dikonfirmasi masalah ini, Mariani selalu menolak jika harus dimintai surat-surat soal kontainer berisi besi tua yang diklaim Hertog sebagai milik PT Freeport tersebut. Bahkan, dia meminta suku Komoro yang mendatangani surat pernyataan kalau barang tersebut bukan milik orang Papua.

"Masak saya yang harus disuruh menandatangani surat keterangan, kalau barang tersebut bukan milik Papua. Padahal saya sudah bahwa surat-surat dari PT Freeport. Sesuai surat dokumen, barang tersebut dihibahkan dari PT Freeport Indonesia untuk suku di Papua," tegas Hertog lagi.

Selanjutnya, terkait gagalnya pengambilan paksa barang bekas PT Freeport Indonesia itu dari CV Mitra Teknik, pihak masyarakat Papua akan melaporkan masalah tersebut ke Polda Jawa Timur. "Sebab, saat pengambilan paksa tersebut, kepolisian dari wilayah Gresik justru terkesan memihak CV Mitra Teknik," pungkas dia.

[ian]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Penipuan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Investasi masa depan, Jessica Mila bangun rumah sendiri
  • Tampil unik, Miley Cyrus jiplak gaya Kourtney Kardashian?
  • Gudang karpet ludes terbakar di Bekasi
  • 50 Rumah di Palembang ludes terbakar, 1 warga tewas jantungan
  • DPD dukung penerbitan Permendag tentang pengendalian harga
  • Kabareskrim janji terus usut proses penganggaran Stadion GBLA
  • Yuri Girls Generation ungkap rahasia di balik wajah cantik bening
  • 70 Akademisi dari 3 benua berkumpul di Solo bahas masalah Indonesia
  • Jika tak terpilih ketua lagi, Said Aqil janji akan tetap aktif di NU
  • Jelang Pilkada, Alim Ulama Nusantara ajak Kiai tak terima hadiah
  • SHOW MORE