Merdeka.com tersedia di Google Play


Disangka perampas senjata, Herianto dipukuli polisi

Reporter : Andi Angelina | Senin, 10 Desember 2012 08:15


Disangka perampas senjata, Herianto dipukuli polisi

Merdeka.com - Herianto (35) warga Jeneponto seorang pegawai negeri sipil di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, kabupaten Jeneponto menderita luka robek dan lebam di sekujur tubuhnya, karena dipukuli polisi Polres Gowa pada Minggu (9/12/2012) dini hari.

Saat itu Polres Gowa sedang melakukan operasi rutin dengan merazia kendaraan yang melintas di perbatasan Makassar-Gowa, di Jalan Sultan Hasanuddin. Korban bersama iparnya, Afrisal mengendarai mobil Xenia bernomor polisi DD 704 OV dari arah Makassar hendak pulang ke rumah mertuanya di Jalan Pelita Asri Blok U No. 5 Sungguminasa, Gowa.

Menurut pengakuan Herianto, mobilnya dihentikan oleh sejumlah orang berpakaian preman, dia menduga ia dicegat oleh perampok sehingga ia langsung tancap gas dan melaju melewati razia polisi. Selain itu, korban panik karena dalam kondisi mabuk miras.

Sejumlah polisi mengejar dengan sepeda motor. "Satu motor mendahului mobil saya dan berhenti sekitar 10 meter di depan saya. Saya hentikan mobil lalu turun dan berjalan ke arah dia karena saya mau tanya, salah saya apa," jelas Heri.

Tapi, ia langsung dipukuli, yang pertama ia rasakan di telinga bagian kanan, robek. Setelah itu pukulan bertubi-tubi hingga ia merasa mau pingsan. Ia kemudian digiring ke Pol Lantas yang berada di perbatasan kota.

"Disana saya juga dipukuli dengan popor senjata di bagian muka sampai saya merasa ada yang retak di bagian muka," ujarnya.

Sewaktu di Pos Lantas, Heri menceritakan dirinya ditanya macam-macam. Para polisi menduga dia adalah pelaku perampasan senjata organik V2 sahbara milik siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Makassar yang dirampas Sabtu (8/12/2012) malam.

Korban menceritakan lebih lanjut, dirinya digiring ke Markas Komando Polres Gowa untuk diinterogasi. "Turun dari mobil saya langsung jadi sasaran pemukulan. Padahal saya tidak tahu salah saya apa?," ujar PNS Kesehatan di bagian Poli di RSUD Lanto Daeng Pasewang.

Akibat penganiayaan itu, ia menderita luka bocor di kepala dan luka robek menganga di atas alis serta beberapa bagian tulang muka yang dirasa retak akibat hantaman ganggang senjata.

Selanjutnya ia mengaku diinterogasi oleh Kasatreskrim Polres Gowa. Namun interogasi menunggu hingga Herianto sadar betul, soalnya hingga saat itu dia masih dalam kondisi mabuk ditambah lagi oleng akibat pukulan bertubi-tubi.

"Dalam interogasi terungkap bahwa saya diduga pelaku perampasan senjata siswa di SPN Batua karena nomor polisi mobil yang saya pakai sama persis dengan mobil yang dipakai oleh pelaku yang merampas di Batua. Padahal bukan saya yang merampas saya tidak tahu soal itu ," terangnya.

Korban merasa menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dari Polres Gowa. Pasalnya, dia dipukul tanpa lebih dulu ditanyai. Untuk itu, dia menegaskan akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

[has]

KUMPULAN BERITA
# Polisi

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Polisi, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Polisi.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Mayat bayi tanpa kepala ditemukan di belakang PDAM Tangerang
  • Jokowi bakal deklarasi cawapres besok?
  • Toyota Aygo lebih hemat dibanding LCGC Agya!
  • Aceng Fikri: Ini suara rakyat...masyarakat lebih dewasa
  • Demokrat ngaku jarang disumbang, dana kampanye terpakai Rp 307 M
  • Rumah keluarga Hadi Poernomo di Jakbar dijadikan indekos
  • Pemilik pabrik air zam-zam palsu di Semarang dituntut 3 tahun
  • Dana kampanye Golkar Rp 402 M, kedua terbesar setelah Gerindra
  • 7 Manfaat mengejutkan dari mendengarkan musik
  • PBB dan Gerindra tolak tanda tangan hasil rekapitulasi Jabar
  • SHOW MORE