Dilaporkan balik anak jenderal, Yayasan Hang Tuah surati Kapolda

Reporter : Moch. Andriansyah | Jumat, 8 November 2013 22:15




Dilaporkan balik anak jenderal, Yayasan Hang Tuah surati Kapolda
Angga Putra Trisula. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggara Putra Trisula (APT) tak ingin menghuni penjara sendirian. Dia telah melayangkan laporan balik ke polisi Rabu kemarin (7/11). Dia melaporkan salah satu pelajar SMA Hang Tuah 2, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, yang dituduh menjadi pemicu atas insiden tabrakan di halaman sekolah saat jam istirahat, Kamis (31/10) lalu.

Terkait laporan balik anak pensiunan jenderal polisi bintang satu itu, pihak Yayasan Hang Tuah mengaku akan mengawal proses hukum secara all out. Bahkan, yayasan di bawah pengelolaan TNI AL itu, mengaku telah mengirim surat ke pihak kepolisian.

Surat pertama yang dikirim Yayasan Hang Tuah itu, ditunjukkan kepada Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Unggung Cahyono.

Kepala Yayasan Hang Tuah cabang Surabaya, yang membawahi SMA Hang Tuah Sidoarjo, Sukamto mengungkap, surat yang dilayangkan oleh pihaknya kepada Kapolda Jawa Timur itu, berisi permohonan kepada kapolda agar kasus tabrak lari di SMA Hang Tuah 2, Sidoarjo yang melibatkan putra Brigjen Pol (Purn) Totok S tersebut, hendaknya diproses secara hukum dan tidak ada intervensi dari pihak lain.

"Ini mengingat, bahwa tersangka APT adalah anak dari seorang Brigjen Polisi," kata Sukamto, Jumat (8/11).

Surat yang kedua, lanjut dia, ditujukan kepada Kapolres Sidoarjo, AKBP Marjuki. "Isinya adalah, agar tersangka bersedia mengganti rugi biaya rumah sakit dan pengobatan korban yang ditabrak lari APT, sesuai ketentuan yang tertera dalam undang-undang lalu lintas," ungkapnya.

Sedangkan surat yang ketiga, kata Sukamto, ditujukan kepada keluarga APT, yang berisi tuntutan agar APT meminta maaf kepada pihak sekolahan serta keluarga korban.

"Beberapa hari sebelumnya, keluarga APT memang sempat mengemukakan kepada media akan mendatangi keluarga korban untuk meminta maaf. Namun itu hanya sebagai pencitraan saja. Kenyataannya? sampai sekarang tidak ada permintaan maaf atau membesuk korban. Bahkan dia (APT) malah melaporkan balik siswa Hang Tuah yang diduga sebagai penyebab kecelakaan tersebut," keluh dia.

Seperti diketahui sebelumnya, pasca-ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa lalu, hari Rabu kemarin, APT membuat laporan polisi. Dia ingin melaporkan salah satu siswa SMA Hang Tuah berinisial A, yang telah menjadi pemicu tabrakan di halaman sekolah tersebut.

Bahkan, APT menyangkal kalau dirinya berseteru dengan satpam sekolah yang melarangnya membawa serta mobilnya masuk ke dalam area sekolah. Dia mengaku, kalau sedang cekcok dengan salah satu siswa, yang kemudian memanggil teman-temannya dan mengeroyok dirinya.

Bahkan, mereka sempat menggedor-gedor mobil Honda Jazz-nya hingga rusak. Situasi itulah yang kemudian membuat APT ketakutan dan berlari masuk ke dalam mobilnya dan langsung tancap gas hingga menabrak puluhan siswa dan guru SMA Hang Tuah 2 yang tengah menikmati jam istirahat.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Anak Polisi Arogan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Posting PR Matematika adik di Facebook, Erfas minta maaf ke guru
  • Di Thailand, mayoritas ikan dijual berasal dari Indonesia
  • LG usung desain retro untuk produk barunya yaitu LG Wine Smart
  • Sky Aviation segera dapat suntikan modal
  • Denda belum bayar, nelayan Jayapura belum dilepas pemerintah PNG
  • Siswa SMA 70 dianiaya senior hingga berdarah-darah di GBK
  • Ditangkap, 6 teroris diduga terlibat penembakan kapolsek di Bima
  • DPRD sarankan Ahok salurkan dana hibah Rp 100 M secara bertahap
  • Ini tayangan anak dan kartun yang masuk kategori bahaya
  • Gaji Rp 6 Juta/bulan, bupati di Papua ini rutin golf di Jakarta
  • SHOW MORE