Diduga korupsi, kepala BPBD Nias Selatan ditahan

Reporter : Yan Muhardiansyah | Jumat, 23 November 2012 18:23

Diduga korupsi, kepala BPBD Nias Selatan ditahan
Demo GMNI. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menahan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan Arototona Mendrofa, Jumat (23/11). Dia ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana tanggap darurat bencana alam.

"Hari ini kita telah melakukan penahanan terhadap yang merupakan Kepala BPBD Nias Selatan yang merupakan tersangka tindak pidana korupsi dalam penanggulangan bencana alam di Kecamatan Mazo, Nias Selatan," kata Kasi Penkum Kejati Sumut Marcos Simaremare.

Dia memaparkan, Arototona ditahan di Rutan Tanjung Gusta. Penahanan dilakukan karena ada kekhawatiran tersangka mengulangi tindak pidana, karena masih ada proyek yang masih berjalan.

"Kita juga khawatir tersangka bebas akan menghambat penyidikan. Untuk mempercepat dan mempermudah pemeriksaan, kami memutuskan penahanan," ucap Marcos.

Arototona Mendrofa ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyelewengkan anggaran bencana alam di Kecamatan Mazo, Nias Selatan. Anggaran yang dialokasikan dinilai tidak sesuai peruntukannya.

Namun, kerugian negara akibat penyimpangan dana itu masih dihitung. "Kerugiannya baru diketahui setelah audit. Total anggaran bantuan itu sebesar Rp 5 miliar," jelas Marcos.

Arototona Mendrofa dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 9 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001.

Selain tersangka, penyidik juga telah memeriksa sekitar 25 saksi untuk membongkar kasus ini. Masih Arototona Mendrofa yang jadi tersangka, namun tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain. "Bergantung perkembangan penyidikan nantinya," sebut Marcos.

Sementara itu, Arototona Mendrofa menyatakan menerima penahanan dirinya. Namun, dia merasa anggaran bencana di Nias Selatan sudah disalurkannya dengan benar dan sesuai dengan rasa kemanusiaan. "Saya siap menjunjung tinggi hukum. Saya taat hukum. Tentu setiap orang membela diri, Tapi dalah hal ini kita tunggu proses hukumnya, biar hakim yang menentukan," ucapnya.

[lia]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kasus Korupsi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kopassus santuni keluarga TNI AU korban perkelahian Rp 100 juta
  • Tompi pernah 'racuni' dua personel Trio Lestari lainnya!
  • Pengacara RA sebut wanita bernama Adel jadi otak prostitusi artis
  • Presiden Jokowi rayakan Waisak bersama 10.000 umat Buddha di Magelan
  • Yance lolos dari korupsi PLTU di Indramayu, ini tanggapan Aher
  • Menyambut bulan Ramadhan, ini persiapan Aliando Syarief
  • Sekali kencan, SB pasang tarif hingga Rp 50 juta
  • Setelah TM, pengacara RA sebut inisial SB terlibat prostitusi artis
  • Ini penyebab anggota TNI AU bentrok lawan Kopassus di Sukoharjo
  • Ical terima kasih polisi bubarkan Musda Golkar kubu Agung Laksono
  • SHOW MORE