Dicerai istri, desertir polisi jadi garong
Merdeka.com - Seorang perampok spesialis warnet di Yogyakarta dibekuk polisi. Teguh Cahyo Santoso (36) yang merupakan desertir polisi terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melawan. Teguh merupakan desertir berpangkat Bripka dan bertugas di Polres Sanggaw, Kalimantan Barat.
Keterlibatan Teguh dalam sejumlah aksi perampokan, selain sebagai penjaga di luar, dirinya juga bertindak selaku joki atau pengendara serta survei tempat. Sementara sang eksekutor adalah Bimo dan Bagus yang masuk ke warnet dengan membawa senjata tajam.
"Bimo sama Bagus yang tukang jagal alias eksekutor. Saya bertindak sebagai joki di atas sepeda motor, sekalian mengawasi jika ada petugas polisi atau keamanan dari warnet macam-macam," ungkap Teguh, Senin (30/7).
Teguh mengaku jika terlibat dalam aksi perampokan warnet di sekitar Yogyakarta dan Sleman baru sekali. "Baru sekali ini saya ikut aksi mereka. Sementara aksi yang lainnya saya tidak ikut," tutur Teguh.
Teguh mengaku dirinya dipecat sebagai anggota Polres Sanggaw, Kalimantan Barat pada tahun 2008, karena mempunyai masalah keluarga yaitu pisah atau cerai dengan istrinya yang merupakan orang melayu.
"Soal kenapa perceraian itu terjadi, yang pasti saya dengan istri sudah tidak cocok lagi. Profesi saya sebagai polisi di mata dia tidak dihargai dan dia terlalu materialistis," jelas Teguh.
Pasca perceraian itu hidup Teguh kacau. Teguh sering kali meninggalkan tugasnya sebagai abdi negara dan akhirnya dia mulai masuk ke dunia kejahatan. Beberapa kali dia melakukan upaya perampokan dan pencurian. Namun, dia enggan untuk menjelaskan secara detail kejahatan apa yang dia lakukan.
Teguh semakin stres karena usaha pengiriman paket lintas pulau dan lintas negara antara Kalimantan dan Malaysia bangkrut. Hidupnya semakin kacau dan akhirnya dia memutuskan untuk balik ke Yogya ke tempat orang tuanya.
Di kampung halamanya, status desersi yang dia sandang semakin mempersulit untuk memperoleh pekerjaan. Perusahaan-perusahaan yang dia lamar selalu menolak.
"Akhirnya saya kenal dengan teman-teman tetangga yang kebetulan disatu gang rumah saya ada kos dan saya sering main ke situ. Saya juga sering diajak mabuk," katanya.
Akhirnya, pertama kali Teguh beraksi di warnet Horison. Walaupun bagi saya ini pertama kali di kampung halaman tapi ini untuk kesekian puluh kali dengan yang saya lakukan di luar Jawa.
"Usai berhasil mengeruk uang warnet Horison sebesar 500-ribuan, ternyata saya diberi jatah lebih banyak dari teman-teman lain. Saya, Bimo dan bagus masing-masing dapat Rp 130 ribu dan sisanya untuk tiga rekan lainya," jelas Teguh.
Namun, belum akan melakukan rencana aksi lainya, setelah menggasak warnet Horison di Umbulharjo, Kota Yogyakarta Sabtu (28/7) tiba-tiba setelah membagi hasil rampokan mereka berempat digerebek polisi.
Dari empat pelaku semuanya melarikan diri. Yang paling berani melakukan upaya perlawanan dengan menggunakan sajam yang ada adalah Teguh sendiri, akibatnya Teguh langsung dilumpuhkan petugas dengan ditembak kedua kaki kanan dan kiri sehingga diseret petugas ke Polresta Yogyakarta tanpa perlawanan. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya