Merdeka.com tersedia di Google Play


Di manakah naskah asli Supersemar?

Reporter : Laurencius Simanjuntak | Senin, 12 Maret 2012 08:50


Di manakah naskah asli Supersemar?
Naskah Supersemar palsu di ANRI. Arbi Sumandoyo/merdeka.com

Merdeka.com - Keberadaan naskah asli Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) tetap menjadi misteri. Tiga naskah Supersemar yang disimpan di Arsip Negara Republik Indonesia, semuanya adalah palsu. Lantas di mana yang asli?

Kepala ANRI, M Asichin menjelaskan, naskah Supersemar yang disimpan di etalase arsip negara itu kini ada tiga versi versi. Pertama, yakni surat yang berasal dari Sekretariat Negara. Surat itu terdiri dari dua lembar, berkop Burung Garuda, diketik rapi dan di bawahnya tertera tanda tangan beserta nama Sukarno.

Sementara surat kedua berasal dari Pusat Penerangan TNI AD. Surat ini terdiri dari satu lembar dan juga berkop Burung Garuda. Ketikan surat versi kedua ini tampak tidak serapi pertama, bahkan terkesan amatiran. Jika versi pertama tertulis nama Sukarno, versi kedua tertulis nama Soekarno.

Untuk versi ketiga, lebih aneh lagi. Surat yang terakhir diterima ANRI itu terdiri dari satu lembar, tidak berkop dan hanya berupa salinan. Tanda tangan Soekarno di versi ketiga ini juga tampak berbeda dari versi pertama dan kedua.

Asichin memastikan ketiga surat itu adalah Supersemar palsu. Sebab, lazimnya surat kepresidenan, seharusnya kop surat Supersemar berlambang bintang, padi dan kapas.

Bukannya Burung Garuda. Apalagi yang polosan seperti yang terakhir, kata Asichin saat di Jakarta, Sabtu (10/3).

Dia mengatakan ANRI terus melakukan pencarian naskah asli Supersemar sejak tahun 2000 hingga sekarang. Tiap informasi kecil ditelusuri. Namun, hasilnya tetap nihil.

Dalam rangka mencari Supersemar, ANRI juga pernah mewawancarai keluarga Jenderal (Purn) M Jusuf, salah satu petinggi Angkatan Darat (AD) yang mengantarkan Supersemar dari Soekarno kepada Soeharto. Asichin mengatakan, klaim M Jusuf memiliki naskah asli Supersemar tidak terbukti.

Kepada ANRI, Andi Heri, keponakan M Jusuf yang menjadi saat itu menjabat Wakil Wali Kota Makassar mengatakan, Keluarga kami tidak menyimpan. Wawancara itu dilakukan pada 31 Agustus 2005.

ANRI juga pernah mendatangi anak Jenderal (Purn) AH Nasution, namun hasilnya juga sama, nihil. Dia juga tidak tahu, kata Asichin.

Terakhir, kata dia, ANRI juga mewawancarai Joko Pekik dan Rewang, dua anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), partai yang dibubarkan setelah Supersemar terbit. Namun, pada wawancara Juni dan Juli 2011 itu mereka juga tidak tahu perihal surat tersebut.

Mereka cuma mendengar saat itu soal Supersemar, soal ada tidak ada, mereka tidak tahu, ujar Asichin.

Secara pribadi, Asichin meyakini Supersemar asli itu benar-benar ada. Soekarno sendiri pernah mengatakannya pada pidato di HUT Kemerdekaan 17 Agustus 1966.

Pak Moerdiono juga pernah mengatakan beliau melihat dan beliau yakin ada, kata Asichin.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Supersemar

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Supersemar, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Supersemar.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Ajak warga bergembira, Risma arak Piala EBA keliling Surabaya
  • Menikmati gajah Sumatera dan kuda poni di parade satwa Ragunan
  • Dinobatkan sebagai boyband paling ngetop, bukti solid SMASH
  • Abah Anom tabib caleg stres mengaku karib Tommy Soeharto
  • Kemendag ngotot tak sekongkol dengan kartel bawang putih
  • Polisi jaga ketat gereja yang didekatnya ditemukan bahan peledak
  • Jemaat gereja di Amerika bikin gambar besar Yesus dari kapur
  • Bappilu PPP sebut hasil Rapimnas Kubu Romi bodong
  • Pramono Edhie sebut koalisi Demokrat bukan bagi-bagi kekuasaan
  • Pemilu legislatif juga buat istri dan saudara caleg ikutan stres
  • SHOW MORE