Demo buruh di Surabaya bentrok saat demo, 9 orang diamankan

Reporter : Moch. Andriansyah | Rabu, 1 Mei 2013 23:02




Demo buruh di Surabaya bentrok saat demo, 9 orang diamankan
Buruh bentrok di Sidoarjo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi buruh se-Jawa Timur untuk memperingati Hari Buruh (May Day) di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (1/5) sore, berlangsung ricuh. Sembilan orang diamankan pihak kepolisian. Diduga, kesembilan orang yang diamankan berada di bawah pengaruh narkoba.

Saat ini, pihak kepolisian dari Polrestabes Surabaya tengah melakukan tes urine terhadap mereka di dalam Gedung Grahadi. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun, beberapa petugas kepolisian mengatakan, mereka yang diamankan adalah demonstran dari kubu mahasiswa.

"Mereka dari mahasiswa, ada satu buruh yang juga ikut kita amankan. Saat ini mereka tengah menjalani tes urine di dalam gedung," kata seorang petugas.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi para buruh di depan Gedung Grahadi diwarnai aksi bentrok sesama buruh. Insiden ini dipicu oleh aksi buruh dari massa Konfederasi Serikat Nasional (FSN), GMNI, dan Kasbi yang dikomandoi Andi Peci. Mereka menolak memberi jalan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang dikomandoi Jamaluddin dan Mudjiono serta dikawal anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka.

Saat itu, massa FSPM datang dengan membawa keranda mayat dan foto Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, sekitar pukul 15.00 WIB. Perang mulut tak bisa dihindari. Namun tidak berlangsung lama, ketika massa Andi Peci dengan terpaksa memberi jalan, meski hanya sepertiga badan Jalan Gubernur Suryo.

Massa FSPMI yang berada di sisi timur massa Andi Peci, meminta Oneng untuk berorasi. Namun, beberapa menit Oneng berorasi, terjadi keributan di belakang massa aksi. Informasinya, massa FSPMI meminta massa Andi Peci untuk bergantian berorasi, mereka menolak dan terjadilah keributan.

Situasi semakin memanas, bentrok massal pun tak terhindari. Satu orang terluka di bagian jari tangan kirinya dan mengeluarkan banyak darah. Bentrok massa makin beringas, hingga memaksa pihak kepolisian turun tangan untuk melerai aksi. Namun, situasi tetap memanas hingga akhirnya polisi terpaksa membawa sembilan orang untuk diperiksa. Insiden itu berlangsung sekitar 20 menit.

"Tolong massa aksi jangan menodai perjuangan buruh. Mereka yang berbuat kerusuhan bukan buruh. Dia adalah penyusup," tandas Kordinator Majelis Buruh dan Pekerja Indonesia (MBPI) Jawa Timur Jamaluddin.

Sementara itu, sekitar pukul 16.55 WIB, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto memanggil Andi Peci untuk menghadapnya di dalam Gedung Grahadi, untuk melepaskan kesembilan buruh yang diamankan polisi.

Setelah kesembilan orang itu dilepas, massa Andi Peci yang masih menunggu di sisi barat Gedung Grahadi, tepatnya di depan SMU Trimurti, pasca bentrok, akhirnya membubarkan diri. "Kita akan kembali pulang dalam melakukan evaluasi," teriak Andi Peci memberi komando.

[lia]

KUMPULAN BERITA
# Demo Buruh# May Day

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Lantik pimpinan DPR tandingan, Kubu Jokowi ingin MA hadir
  • Kubu Jokowi gelar rapat paripurna DPR tandingan, ini agendanya
  • Galaxy A Series, 3 'Senjata' baru Samsung siap rilis November
  • Komisi III DPR akan panggil Menkum HAM dan Kapolri pekan depan
  • Hatta nilai pimpinan DPR tandingan justru ganggu pemerintah
  • Ketua DPRD DKI kecewa lihat Kadis PU banyak omong
  • Akhirnya, tampilan dari karakter TERMINATOR: GENISYS terungkap!
  • Deteksi penyakit kulit eksim hanya dengan selfie
  • Vettel: Red Bull tahan kepergian saya ke Ferrari
  • Para calon ketum Golkar desak Munas paling lambat Januari 2015
  • SHOW MORE