Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo BBM, mahasiswa dipukul polisi sampai menangis

Demo BBM, mahasiswa dipukul polisi sampai menangis Bentrok demo BBM. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Polisi langsung merespons pembakaran posnya di Jalan Pattimura, Medan, Jumat (30/3) petang. Pasukan dikerahkan ke sekitar kampus Universitas Darma Agung untuk membubarkan demonstran.

Saat polisi datang, mahasiswa duduk di depan Rahmat Galery, Jalan S Parman Medan. Kedatangan polisi langsung mereka sambut dengan lemparan batu.

Sambil melempar, mahasiswa mundur masuk ke kampusnya di Jalan TD Pardede. Saat itu,  polisi tiga kali menembakkan gas air mata. Water cannon juga dikerahkan. Air yang disemprotkan membuat kelompok mahasiswa terpecah. Polisi pun langsung melakukan pengejaran.

Seorang mahasiswa tertangkap di Jalan TD Pardede. Dia langsung dipukuli sejumlah petugas setelah tertangkap. "Aku anak polisi Pak. Aku anak almarhum Pak,” katanya berulang-ulang sambil menangis.

Polisi sendiri belum berkomentar soal kericuhan dan mahasiswa yang diamankan. Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang tidak bersedia diwawancarai.

Nama-nama mahasiswa yang ditangkap justru didapat dari pihak Universitas Darma Agung.  “Dari laporan yang diberikan kepada kami, tiga mahasiswa ditangkap polisi atas nama Chandra dan Toman, satu lagi tidak tahu kita namanya,” ujar Sutardi, Wakil Pembantu Rektor III Universitas Darma Agung kepada wartawan.

Sebelum pembubaran dan penangkapan mahasiswa, Kapolda Sumut Wisjnu Irjen Pol Amat Sastro dan Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang meninjau pos polisi yang dibakar. Saat itu, keduanya juga tidak mau diwawancarai.

Saat ini demonstrasi menentang kenaikan harga BBM di sejumlah titik di Medan agak mereda. Pasalnya, konsentrasi massa di sejumlah titik terpecah karena hujan deras sempat mengguyur kota ini. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP