Demo BBM di DPR, 88 demonstran ditangkap Polda Metro
Merdeka.com - Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR menentang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang digelar Senin (17/6) kemarin berakhir ricuh. Akibatnya, polisi membubarkan massa dan menangkap sebanyak 88 demonstran yang dianggap sebagai provokator.
"Terdiri dari 7 orang perempuan dan 61 laki-Laki. Dari 88 orang tersebut dan 3 orang SMP telah diantar pulang, 9 orang siswa SMK Cikarang 76 mahasiswa dari berbagai universitas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Selasa (18/6).
Polisi telah melakukan pendataan dan interogasi kepada demonstran yang ditangkap. "Rencananya siang ini akan dipulangkan kepada orangtua wali, anggota," ujarnya.
Meski aksi unjuk rasa kemarin berujung ricuh, Rikwanto mengatakan, tidak ada korban luka. "Anggota dan pendemo tidak ada yang terluka," tegasnya.
Kemarin, terjadi unjuk rasa besar-besaran menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Massa dari berbagai elemen termasuk dari mahasiswa itu menggelar aksi sejak pukul 10.00 WIB. Demonstran baru membubarkan diri setelah dipaksa oleh polisi dengan menggunakan tembakan gas air mata.
Sempat terjadi kericuhan karena demonstran membalas dengan lemparan batu dan bom molotov. Tapi aksi perlawanan mahasiswa ini dapat diatasi. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya