Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari murid TK sampai artis sumbang KPK

Dari murid TK sampai artis sumbang KPK Gedung KPK. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Simpati publik terus mengalir kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Masyarakat berbondong-bondong tergerak hatinya saat pimpinan KPK mengungkapkan ingin membangun gedung KPK. Mereka ingin mencari sumbangan dari masyarakat untuk membangun gedung baru KPK.

Dalam hitungan hari, dari murid taman kanak-kanak (TK) sampai artis dan pedagang kaki lima sampai menteri bersedia menyumbang untuk pembangunan gedung baru KPK. Mereka rela menyisihkan uangnya untuk membantu KPK.

Seperti yang dilakukan oleh 156 murid TK Islam Terpadu Birul Walidain, Kota Bogor. Mereka urunan dalam acara orientasi siswa baru yang dihadiri wali murid dan guru. Secara bergiliran kotak amal bertuliskan KPK digilir ke masing-masing murid dan wali.

"Penggalangan dana hibah ini kami lakukan sebagai bentuk partisipasi kami untuk membantu pembangunan gedung KPK," kata Kepala Yayasan Birul Walidain Memed Jalaludin.

Memed mengatakan, aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai bentuk keprihatinan terhadap sikap DPR yang belum menyetujui anggaran pembangunan gedung KPK. Menurut dia, kehadiran gedung KPK sangat penting agar institusi tersebut dapat bekerja secara profesional.

Dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan KPK melalui Indonesian Corruption Watch (ICW). Dengan uang recehan ini, diharapkan bisa membantu KPK.

Tidak hanya murid TK, artis ternama Charlie tak kalah ketinggalan. Vokalis Setia Band ini rela mengamen untuk mengumpulkan uang demi KPK.

Setelah terkumpul sekitar Rp 792 ribu, Charlie menyerahkan uang itu ke Komisi III DPR. Sayang, Komisi III menolak menerima uang tersebut. Rencananya, dia akan menyerahkan langsung ke KPK.

"Kami harus beri mereka kepercayaan. Harapan kami besar. Kemiskinan yang sudah tidak layak. Dan itu dampak dari korupsi. Ini harapan dari rakyat. Semoga dengan ini bisa menjadi suport," kata Charlie.

Tidak hanya Charlie dan murid TK. Sebelumnya dari pedagang kaki lima sampai menteri sudah bersedia menyumbang KPK. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan misalnya, dia akan menyumbang KPK dari gaji enam bulannya sebagai menteri.

Dukungan mengalir ini adalah sebagai bentuk protes kepada Komisi III DPR karena tidak menyetujui pembangunan gedung baru KPK. Padahal, Kementerian Keuangan sudah memberikan lampu hijau.

Akhirnya polemik terus meruncing sejak Maret lalu. KPK jauh-jauh hari sudah meminta kepada Komisi III DPR untuk menyetujui anggaran sebesar Rp 166 miliar.

Alasan pembangunan gedung baru karena gedung yang sudah ada sudah tidak mampu menampung pegawai KPK. Padahal, KPK berencana akan menambah pegawai sebanyak 400 orang untuk membantu kerja KPK agar lebih efektif.

Saat ini, jumlah pegawai KPK sekitar 700 orang. Sehingga, jika ada tambahan pegawai gedung lama tidak mampu menampung ratusan pegawai tersebut. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP