Danau Toba dirusak, peraih Kalpataru balikkan penghargaan

Reporter : Yan Muhardiansyah | Jumat, 2 Agustus 2013 12:51




Danau Toba dirusak, peraih Kalpataru balikkan penghargaan
Kalpataru dikembalikan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Peraih Piala Kalpataru dan penghargaan lingkungan lainnya mengembalikan piagam yang mereka terima kepada Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, Jumat (2/8). Aksi ini dilakukan sebagai protes mereka atas pembiaran terhadap perusakan ekosistem Danau Toba.

Mereka yang mengembalikan penghargaan di antaranya Marandu Sirait, peraih Kalpataru 2005 dan LSM PILIHI Dairi pimpinan Hasoloan Manik (Kec. Sitinjo, Sidikalang, Kab. Dairi, Sumatera Utara), peraih Kalpataru 2010. Selain itu, juga ada Wilmar Eliaser Simanjorang, peraih Danau Toba Award. Hadir pula Ngakat Tarigan, penerima Kalpataru 2002.

"Saya juga siap kembalikan penghargaan saya," kata Annette Horschmann, warga Jerman pecinta Danau Toba.

Para penerima penghargaan ini memulai prosesi pengembalian dengan berorasi di Taman Beringin, Jalan T Cik Ditiro, Medan. Aksi mereka diiringi musik tradisional Gondang Batak.

Masih diiringi musik tradisional, mereka kemudian berjalan kaki ke kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro Medan. Di kantor Gubernur Sumut, piagam yang diserahkan Marandus dan kawan-kawan diterima Sekdaprov Sumut Nurdin Lubis.

"Kami mengembalikan piagam dari Pemprov Sumut karena mereka penciptanya. Makanya, kalau tidak juga digubris, kami akan ke Jakarta menyerahkan Kalpataru kepada penciptanya, yaitu Presiden," ucap Marandus.

Dia mengatakan, perbaikan ekosistem lebih baik dibandingkan pemberian penghargaan. Mereka kecewa karena pemerintah tidak serius dalam melestarikan kawasan hutan Danau Toba dan perambahan terus terjadi di sana.

"Kami sudah lapor sampai ke Kapolri, tapi tidak ada tindak lanjutnya," sebut Marandus.

Wilmar Eliaser Simanjorang menambahkan, kondisi kawasan Danau Toba saat ini memprihatinkan. "Sungai dan anak sungai kering, sebagian disikat excavator. Jika dibiarkan akan terjadi gurun pasir di sana," kata mantan Pj Bupati Samosir 2004-2005 ini.

Menurut dia, surat-surat dari instansi pemerintah yang memerintahkan penghentian tindakan perusakan lingkungan tidak diikuti aksi nyata. "Polisi diam-diam saja, makanya kami sepakat, buat apa kami simpan-simpan penghargaan ini," ucapnya.

Para penerima penghargaan ini menyatakan tidak tahu mau berbuat apa lagi. Karena itu, pengembalian penghargaan diharapkan dapat menggugah pemerintah untuk menjaga ekosistem dan kelestarian Danau Toba.

[lia]

KUMPULAN BERITA
# Penghargaan Kalpataru

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Puluhan warga Waduk Pluit direlokasi ke Rusun Muara Baru
  • 18 November, Ahok dilantik jadi gubernur DKI Jakarta
  • Gagal dua kali, Nuri Maulida kini temukan teman hidup
  • Kembali muda, Madonna sengaja dandan seksi menantang
  • Protes pelantikan Ahok ke MA, Lulung dkk disuruh sekolah lagi
  • Yusril: Ini saatnya Jokowi tunjukkan kemampuannya kepada rakyat
  • Ahmad Dhani siap buat kementrian tandingan
  • Kasus pelecehan, dua guru JIS segera disidang
  • Chevron sumringah pemerintah bakal pangkas izin
  • Tak ada Kemenparekraf di kabinet Jokowi, Dhani kecewa
  • SHOW MORE