Cerita tragis pembunuhan segitiga ayah, anak, dan pacar

Reporter : Imam Mubarok, Henny Rachma Sari | Jumat, 15 Februari 2013 08:17




Cerita tragis pembunuhan segitiga ayah, anak, dan pacar
Kasus pembunuhan Ponorogo. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Terungkap sudah teka-teki siapa pembunuh yang tega menghabisi nyawa Suprihatin (22) dengan 21 tusukan. Anak bungsu pasangan suami istri Sunarto (55) dan Murtini (50) warga Dusun Banaran, Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman Ponorogo, ternyata tewas dibunuh oleh pacarnya sendiri Krisnanda Mega Pratama (26). Si pelaku, Krisnanda Mega diketahu akhirnya juga tewas di tangan bapaknya Eko Budianto (50).

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi kami berkeyakinan pembunuh Suprihatin adalah Mega yang akhirnya juga tewas di tangan bapaknya Eko Budianto," kata Wakapolres Ponorogo, Kompol Trisaksono pada merdeka.com, Kamis sore (14/2).

Apa yang membuat Mega tega menghabisi nyawa Suprihatin? Ternyata motifnya adalah menguasai harta korban. Mega merampas ponsel, motor, dan laptop korban. Bahkan ponselnya sudah dijual Rp 600.000 untuk membayar utang.

Masih menurut Trisaksono keterangan saksi menyebutkan Suprihatin sempat adu mulut dengan korban yang juga tersangka Mega pada 28 Januari. "Adik kandungnya dan ibunya sempat mendengar terjadi cekcok antara keduanya. Namun ketika akan dilerai keduanya malah terusir," tambahnya.

Keterangan senada juga disampaikan adik Mega, Mohammad Tegar Fendi Prakasa (16). "Pada 28 Januari saya melihat keduanya bertengkar di kamar, setelah itu Ibu dan saya mencoba melerai tapi terusir, dia marah-marah agar kami tak ikut campur. Dan pada 1 Februari saya melihat kakak saya membawa ember dan cetok serta semen dibawa masuk ke kamar," kata Tegar.

Suprihatin (22) mahasiswi lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Unmuh Ponorogo ini ditemukan tewas dengan cara mengenaskan di rumah Krisnanda Mega Pratama (26) warga Dusun Taman Asri, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis Ponorogo Jawa Timur.Sedikitnya ada 21 luka tusukan yang ada di tubuhnya, yakni 18 luka tusukan di punggung kiri dan tiga luka tusukan di leher

Suprihatin dilaporkan hilang oleh orang tuanya sejak 28 Januari 2013. Pada saat olah TKP pada Selasa (12/2) sekitar pukul 11.00 hingga 11.30 polisi menemukan mayat Suprihatin. Mayat Suprihatin yang dikubur dalam lubang berukuran panjang sekitar 120 centimeter dan lebar 80 centimeter dengan kedalaman 100 centimeter. Saat ditemukan, mayat korban masih berpakaian lengkap dan dalam posisi tertelungkup di rumah pacarnya Mega.

Sementara, Eko Budianto membunuh Mega Pratama karena jengkel atas tingkah anaknya yang di luar batas. "Pengakuan bapaknya dia melakukan pembunuhan tersebut karena jengkel atas tingkahnya yang sudah di luar batas. Saat melakukan pembunuhan dia dibantu teman korban Amru Nasruddin (26) pada Rabu (06/02) sekitar pukul 03.00 dini hari," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo AKP Misrun pada merdeka.com, via telepon, Rabu (13/2).

Menurut Misrun, saat dibunuh korban sedang tidur. Pelaku utamanya tetap bapaknya yang menusuk pisau ke dada kirinya beberapa kali hingga akhirnya tewas. Eko dibantu oleh rekan korban Nasruddin yang memegangi kaki korban.

Setelah dibunuh, korban selanjutnya dibawa ke Kali Keyang, yang tak jauh dari rumahnya. Kedua pelaku menggantung tubuh Mega dengan pelepah pisang agar terkesan bunuh diri.

Menanggapi hal tersebut, seorang psikolog yang juga polisi AKBP Arif Nurcahyo mengatakan jika dalam perspektif psikologi, siapa pun bisa menjadi pelaku dan korban.

"Itu akumulasi dari persoalan yang tertimbun dan tidak terselesaikan. Sehingga orang bisa dalam posisi sudah tidak ada harapan lagi atau hopeless, rasa bersalah yang berlebihan membuat adanya pikiran melawan atau menjadi korban. Pilihannya hanya kalau dia tidak melawan maka dia akan menjadi korban," ujar Nurcahyo, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/2).

"Artinya tingkat kesulitan hidup terganggu kemudian tidak punya privasi, hal itulah yang membuat seseorang kembali ke cara berpikir instingtif," tambah Nurcahyo yang bertugas sebagai Kasubag Psikolog Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya.

[tts]

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Ridwan Kamil bertemu Ahok, bahas turis DKI yang hobi ke Bandung
  • 44 Perajin asal Yogyakarta jualan di Kementerian Perindustrian
  • Al-Qaidah minta ISIS lepaskan tawanan Inggris
  • Sebelum ditangkap, kawanan perampok baku tembak dengan polisi
  • Perberat vonis Luthfi, majelis kasasi MA tanpa beda pendapat
  • Ahok kirim PNS DKI ke Belanda belajar tata kelola air
  • Jadi korban, mantan kekasih tak mau karir Kim Hyun Joong jatuh
  • Menilik keindahan Pulau Ko Lipe yang dikelilingi aura mistis
  • 7 Pernikahan artis Hollywood tersingkat
  • Siapkan dana, ini perkiraan harga kambing dan sapi kurban 2015
  • SHOW MORE