Cerita terkuaknya si penjual istri di Depok

Reporter : Arbi Sumandoyo | Minggu, 11 November 2012 08:50




Cerita terkuaknya si penjual istri di Depok
Kekerasan Dalam Rumah Tangga. guardian.co.uk

Merdeka.com - Ari Wibowo memang pantas menyandang gelar lelaki bejat, bapak dua anak dari Exel dan Nanda itu tega menjual sang istri bernama Rosiana kepada pria lain dengan bayaran Rp 300 ribu- Rp 500 ribu. Tak tanggung-tanggung, di bawah tekanan dan ancaman, sang istri disuruh melayani dan diantar kepada lelaki hidung belang itu.

Mungkin kasus ini tidak akan terkuak, jika pada Sabtu sore pekan lalu (3/10) tidak terjadi pertengkaran hebat antara Ari dengan Rosi. Lantaran tak kuat menahan perlakuan kasar dari sang suami, sore itu Rosi berlari keluar dengan membawa anaknya Nanda saat pertikaian pecah.

Rupanya, aksi nekat Rosi jutru membuat Ari naik pitam. Bak jagoan kampung, Ari lantas mengeluarkan kuda besi Yamaha Scorpio warna merah untuk mengejar Rosi dan anaknya. Entah dirasuki setan atau tidak, dalam pengejaran itu, Ari menggilas kepala bagian depan anaknya hingga sempat pingsan.

Bermula dari situlah, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan dugaan trafficking terkuak. Melihat anaknya pingsan, Rosi lantas berteriak meminta pertolongan oleh warga sekitar tempat kediamannya tinggal di Kompleks BNI Kampung Prigi RT 01/ RW 05, Bedahan, Sawangan, Depok.

Ari kemudian diamankan oleh warga, beruntung dia tidak diberi bogem mentah atas perbuatannya. Atas segala keberanian, Rosi kemudian melaporkan kejadian itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim (Unit PPA Satreskrim) Polres Depok 4 jam setelah kejadian.

"Awalnya memang yang dilaporkan kasus KDRT, akan tetapi penyidikan dan pengakuan korban mengarah ke sana," kata Petugas Unit PPA Polres Depok, saat berbincang dengan merdeka.com di Mapolres Depok Jl Margonda Raya, Sabtu (10/11).

Dari hasil pemeriksaan Rosi, kedua anaknya dan juga tetangga korban, Ari memang dikenal temperamental. Bahkan setiap hari di rumah korban pertikaian sudah menjadi sarapan setiap hari. Kejadian pertikaian terakhir membuat wajar Rosi mengalami luka memar.

Awalnya kasus ini terkesan biasa, namun baru satu hari kasus kekerasan terkuak, ternyata ada motif dibalik pertikaian keluarga tersebut. Informasi yang beredar, bahwa faktor ekonomi menjadi penyulut pertikaian. Namun setelah ditelisik, Ari rupanya juga menjual istrinya dengan dalih terdesak kebutuhan ekonomi.

"Dia bilang mengaku melindas anaknya nggak sengaja, pengakuannya karena kekurangan ekonomi," ujarnya.

Berangkat dari informasi itu, akhirnya penyidik Polres Metro Depok memintai keterangan tambahan kembali kepada Rosiana. Dia sendiri datang memenuhi panggilan ditemani oleh kuasa hukumnya Jumat siang kemarin (9/11). Dari hasil pemeriksaan, Ari mengaku bahwa dia memang pernah menjual istrinya kepada pria hidung belang. Begitupun juga sang istri, bahwa dia memang sering mendapatkan perlakuan tersebut.

"Suaminya bilang pernah tapi kalau istrinya bilang sering," lanjut petugas tersebut menirukan keterangan Ari dan Rosiana saat menjalani pemeriksaan.

Namun kasus trafficking yang dilakukan oleh Ari, tidak terjadi di wilayah Depok. Ari diketahui kerap memaksa menjual istrinya di daerah Jakarta. Belum diketahui jelas berapa kali Ari melakukan aksi bejat tersebut. Sayangnya juga, sampai saat ini belum ada pelaporan dari Rosi terkait kasus trafficking yang menimpanya.

Dari hasil pemeriksaan 6 orang saksi yang juga termasuk korban, petugas Polres Metro Depok hanya memproses kasus KDRT yang dialami Rosi sesuai apa yang dialami korban. Sebagai bukti untuk menjerat Ari, petugas menyita sepeda motor Yamaha Scorpio warna merah yang digunakan untuk melindas anaknya Nanda, usianya baru berumur 4 tahun.

Atas perbuatannya, Ari dijerat dengan pasal berlapis, UU No 2003 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dan Pasal 80 UU Perlindungan Anak Tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Saat ini kasus tersebut sudah dirampungkan penyidik untuk selanjutnya di serahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Depok.

Rosiana dan juga kedua anaknya, kini belum diketahui keberadaannya dan belum pulang ke rumah miliknya di daerah, Sawangan Kota Depok.

[has]

KUMPULAN BERITA
# Human Trafficking# KDRT

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Ahok pilih Sarwo Handayani jadi wakil gubernur DKI
  • Harga BBM bersubsidi dipastikan naik tahun ini
  • Pocong ditangkap, warga Mampang ngaku sudah terbiasa sama setan
  • Honda Jazz RS Black Top Limited Edition ada di Surabaya
  • Kartu andalan Jokowi tahap I habiskan dana Rp 6,44 T
  • Hanya lulusan SMP, pria ini jago palsukan surat-surat
  • Rahmat Gobel tantang pengusaha naikkan ekspor 300 persen
  • Mendagri akan larang pejabat daerah bepergian lewat jalur VIP
  • Ervani & suami enam kali coba temui pelapor untuk minta maaf
  • Dicopot dari kadis PU DKI, Manggas kerja serabutan
  • SHOW MORE