Cerita operator seks didamprat ibu rumah tangga

Reporter : Mardani | Minggu, 24 Maret 2013 10:01




Cerita operator seks didamprat ibu rumah tangga
Cerita operator seks didamprat ibu rumah tangga. ©2013 Shutterstock.com

Merdeka.com - Berbagai cara dilakukan orang untuk mendapatkan uang, dari cara wajar hingga tidak wajar. Semua itu ditempuh hanya demi mendapat lembaran rupiah. Salah satunya adalah bisnis esek-esek yang sudah tumbuh subur sejak bumi ini masih berusia muda.

Di era modern ini, bisnis esek-esek telah berkembang menjadi berbagai jenis. Tak hanya pelacuran, layanan telepon seks juga menjadi salah satu bisnis yang belakangan menjamur.

Operator layanan seks menjerat konsumen dengan cara mengirim SMS bernada mesum. Karena penasaran, banyak yang akhirnya menelepon ke layanan yang tarifnya menyedot pulsa itu. Untuk sekali menelepon, Anda akan dikenai tarif sekitar Rp 1.700 per 30 detik.

Tapi seringkali juga para operator telepon seks ini justru kena damprat gara-gara mengirim SMS tersebut. "Ada yang suaminya dapet SMS, terus malah istrinya yang telepon kita terus marah-marah. Disangkanya yang kirim SMS itu selingkuhan suaminya," kata Chika, seorang operator telepon seks.

Nina, operator layanan seks melalui telepon, mengaku pernah dilabrak oleh istri pelanggannya. Begini ceritanya. Saat itu, Nina tengah melayani seorang pria yang telah menjadi pelanggan tetapnya di layanan seks melalui telepon.

Namun, tiba-tiba Nina mendengar suara ribut-ribut dari ponsel pria tersebut. "Waktu itu dia kedengaran ribut sama cewek," kata Nina kepada merdeka.com, Jumat (22/3).

Selang berapa lama, tiba-tiba muncul suara wanita dari telepon pria itu. Wanita itu rupanya istrinya yang sudah lama mencurigai suaminya karena kerap menelepon dalam waktu lama. Wanita itu lantas melabrak dan memaki Nina dengan kalimat-kalimat kasar yang menyebutnya sebagai pengganggu rumah tangga orang.

Namun, Nina mengaku biasa saja. Dia mengaku cuek mendengarkan caci maki wanita itu."Cuekin saja. Nanti juga dia berhenti sendiri terus tutup telepon," katanya.

Menurutnya, selama dampratan itu hanya berbentuk caci maki melalui telepon, dia tak mau ambil pusing. Karena baginya yang terpenting dia dapat memperoleh penghasilan dari profesinya itu.

"Kan makin lama orang nelepon. Kita makin banyak bonusnya," aku Nina.

Wah-wah, demi uang Nina rupanya kebal terhadap caci maki istri orang.

[ded]

KUMPULAN BERITA
# Prostitusi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Hemat listrik, JK larang karyawan Istana Wapres pakai jas
  • Minum alkohol dan makan daging bikin pria lebih subur?
  • Pemerintah China diklaim jadi dalang peretasan iCloud teranyar
  • 'Jika Marquez tunggangi Ducati, pasti dia tak jadi juara dunia'
  • [VIDEO] Sesi dance break, Bom 2NE1 malah pamer bra
  • Ini nama-nama anggota kubu Prabowo di komisi DPR
  • Prabowo tak mau dipuji soal datang ke pelantikan Jokowi
  • Skutik Suzuki Address Indonesia menembus pasar luar negeri
  • Mengintip keunikan pantai berpasir kerikil di Mabua, Filipina
  • Cerita ibu-ibu pemberani buru pelaku pencabulan di Jatinegara
  • SHOW MORE