Cerita cewek 'kopi pangku' di Pelabuhan Tanjung Priok

Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu | Sabtu, 6 April 2013 12:00

Cerita cewek 'kopi pangku' di Pelabuhan Tanjung Priok
Ilustrasi bokong indah. ©Shutterstock.com/ Oliver Sved

Merdeka.com - Rasanya sama seperti kopi pada umumnya, malah tak berbeda dengan rasa kopi bungkus biasa. Cara penyajiannya yang tak lazim, sambil bergoyang di atas pangkuan pembeli, kopi disajikan langsung oleh sang penjual sambil menikmati kencangnya hembusan angin laut.

'Cewek kopi pangku' biasa disebut, banyak ditemui di salah satu pos Pelabuhan, Tanjung Priok. Mereka pun dengan genit menawarkan dagangannya kepada pria kekar berotot yang melakukan aktivitas bongkar muat pada malam hari di dermaga pelabuhan.

Tanpa malu-malu, wanita yang berusia rata-rata hampir 30-an sampai 40-an sambil membawa sebuah bakul plastik berisi botol termos dan belasan bungkus kopi siap saji. Beberapa wanita terlihat dengan riasan wajah menor berikut wangi menyengat dari parfum berharga murah.

"Biar melek, biar melek, kopi mas, kopi mas, kopi pangku saja, kayak biasanya saja yuk," ujar sang penjual genit kepada para sopir ataupun kernet yang sedang beristirahat.

Dengan harga di atas rata-rata, satu gelasnya bisa mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Sekali menyeduh goyangan lihainya menari bersama adukan sendok yang masih terlihat menyembur asapnya air panas di antara bibir gelas kopi.

Sekitar 15 menit sampai 20 menit menyajikan kopi, para pembeli pun bisa berkesempatan melobi sang cewek untuk bisa langsung transaksi lain yang lebih intim. Beberapa mematok tarif di bawah rata-rata, karena lokasi yang dikategorikan pekerja buruh kasar biasanya para cewek kopi pangku bertarif Rp 100 ribu hingga maksimal Rp 150 ribu.

Salah satu pembeli kopi, seorang sopir truk ekspedisi biasa melakukan transaksi lain di atas truknya. Sembari menunggu kapal bersandar di pelabuhan 'cewek pangku' biasa berkeliling menawarkan dagangannya.

"Yah beginilah kerja tinggal-tinggal keluarga, sering lupa sama yang di rumah," elak pria yang berasal dari Sumatera itu.

Baca juga:
Kisah Bung Karno disuguhi tarian bugil di Amerika
Geliat hiburan tari tanpa busana di remang Jakarta
Tak penting tariannya, yang penting berani lepas baju
Jerat dan rayuan penari telanjang jual minuman
Ulama Banten desak Pemkot Cilegon tutup tempat hiburan malam
Ada karaoke keluarga sediakan pemandu berpakaian minim

[did]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Hiburan Malam

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • BW praperadilan lagi, Kabareskrim bilang 'Ngapain khawatir sih?'
  • Garis tangan ternyata menyimpan 9 fakta menarik ini!
  • Penduduk Papua iri Freeport didominasi orang Jawa dan pekerja asing
  • Kelompok peternak di Rorotan dapat bantuan bibit lele
  • Pulang sekolah, bocah TK di Bangli diculik dengan sepeda motor
  • Rencana BI turunkan uang muka KPR bikin bergairah beli rumah
  • Gagal disunting Redi, Winalia kembali jual rumah gratis nikah
  • Ini pesan Jokowi untuk Kepala Bakamla yang baru dilantik
  • Presiden Jokowi sebut ongkos naik haji tahun 2015 turun USD 502
  • Freeport harus ingat tambang yang dikelola milik Papua
  • SHOW MORE