Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Calon ABK tewas saat kapal bersandar

Calon ABK tewas saat kapal bersandar kapal laut. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Herman (44), pria yang berniat menjadi calon Anak Buah Kapal (ABK) ditemukan tewas di lorong kapal Hasil Anugrah Mulia saat merapat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Diketahui korban terdaftar dalam organisasi kelautan Pelabuhan rakyat (Pelra), DPC Gresik, Jawa Timur.

Korban ditemukan tewas dalam kondisi hanya mengenakan kain sarung di lorong depan kamar kapal, sekitar pukul 06.00 Wib. Saat berusaha dibangunkan oleh ABK, tubuh korban tidak bergerak dan ternyata sudah meninggal. Oleh temannya, peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Rabu (6/1).

Tercatat dalam buku pelaut bernomor X051693, alamat korban tidak tertulis. Hanya tercantum nama Herman, kelahiran Jambi, 6 Agustus 1968. Korban memiliki tinggi 165, berbadan gemuk, kulit sawo matang dan rambut hitam serta berkumis. Ciri-ciri lainnya di dada kanan korban terdapat tato bergambar ular naga melilit kampak.

"Kita juga hubungi Direktorat Perhubungan Laut Surabaya yang mengeluarkan buku pelautnya, juga tidak tahu alamat persisnya," kata Kanit Reskrim Polsek Sunda Kelapa, AKP Suhadi.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya. Korban diduga tewas akibat sakit jantung, pada Rabu (28/1). Meski demikian, petugas tetap membawa korban ke RSCM untuk di autopsi dan sudah satu pekan belum ada pihak keluarga yang datang.

Diketahui, korban terakhir bekerja sebagai juru mudi di Kapal Layar Motor (KLM) Usaha Indah-1 di milik PT Sandy Octasuri Tanjung Pinang tahun 2012. Polres Pelabuhan mengimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan salah satu keluarganya agar melapor atau menghubungi RSCM. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP