Busyro ngotot minta masa tugas penyidik 12 tahun

Reporter : Putri Artika R | Senin, 10 Desember 2012 20:31




Busyro ngotot minta masa tugas penyidik 12 tahun
Busyro Muqoddas. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Draf revisi Peraturan Pemerintah Nomor 63 tahun 2005 tentang Sumber Daya Manusia di Komisi Pemberantasan Korupsi sudah diteken presiden. Meski demikian, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas memiliki pandangan berbeda terkait isi PP tersebut.

Salah satu yang dikritiknya adalah mengenai masa tugas penyidik bantuan dari Polri, Kejaksaan, BPK dan BPKP yang menempatkan batas maksimal selama 10 tahun setelah melalui masa perpanjangan dua kali. Busyro mengaku keberatan.

"KPK ini kan baru 9 tahun kan. Mestinya dipahami semua pihak masih butuh stabilitas SDM. Kalau tidak 12 tahun itu instabil, layanan publiknya menurun kuantitas dan kualitas, yang rugi tidak hanya KPK masyarakat juga kan," kata Busyro di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12).

Busyro menceritakan, pembahasan mengenai masa tugas itu menimbulkan pro dan kontra ketika diajukan melalui Kementerian PAN dan RB. Bahkan, draf yang sempat diserahkan ke presiden hanya 8 tahun yang berarti diperpanjang 4 tahun untuk penugasan pertama.

"Ketika menjadi delapan, ada rapat di Kemen PAN dan RB, kita tidak diundang. Kita fight lagi supaya sampai 12 tahun akhirnya 10 tahun. 10 itu pun masih critical point," terangnya.

Terkait klausul penyidik KPK yang dapat kembali ke lembaga tempatnya bertugas sebelumnya, dia juga meminta agar PP tetap memberikan kebebasan kepada individu untuk menentukan pilihannya. Kebebasan itu, lanjut Busyro, sesuai dengan aturan yang diberikan dalam konstitusi.

"Di konstitusi itu, setiap orang berhak untuk memilih pekerjaannya. Memilih itu kan termasuk tidak memilih kan, menghentikan. Jangan sampai PP ini bertentangan dengan undang-undang, UUD," pungkasnya.

[bal]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Cicak Buaya II

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kelas Penyiar Indonesia adakan Broadcasting Festival 2014
  • Basrief Arief: Pak Pras harus tegas!
  • Warga diminta lapor polisi jika ditipu 3 'jenderal' PBB
  • Ketahui 6 cara bikin wajah bebas jerawat!
  • Menteri Hanif kecewa lihat kinerja BNSP sertifikasi TKI
  • Korban trafficking melahirkan, polisi akan tes DNA Raja Solo
  • Mantan bos Bulog minta penggantinya berantas impor pangan
  • Dua gadis India yang diperkosa dan digantung bukan tewas dibunuh
  • Desain artistik Rumoh Aceh, tahan segala bencana
  • 'Jenderal bintang 5 PBB' putra mantan menteri era Orde Lama
  • SHOW MORE