Burung Garuda kembali hidup di habitat aslinya di lereng Merapi

Reporter : Hery H Winarno | Selasa, 28 Mei 2013 14:09

Burung Garuda kembali hidup di habitat aslinya di lereng Merapi
elang bondol. wikipedia.org

Merdeka.com - Pada 26 Februari 2012 lalu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X melepasliarkan burung Elang Jawa atau dikenal sebagai Burung Garuda di lereng Merapi. Burung itu pun kini berhasil hidup di ekosistem aslinya di hutan lereng Gunung Merapi.

"Kalau kami katakan, upaya pelepas liaran burung dengan habitat asli hutan Merapi tersebut cukup berhasil. Dan saat ini burung tersebut berhasil hidup di kawasan Merapi," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Asep Nia Kurnia seperti dikutip dari Antara, Selasa (28/5).

Menurut dia, sepekan pasca dilepaskan di lereng Merapi, Elang Jawa atau Nisaetus Bartelsi di kawasan TNGM Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman tersebut sempat kesulitan cari makanan.

"Saat itu terpantau elang turun ke pemukiman warga dan sempat memangsa beberapa ekor ayam," katanya.

Ia mengatakan, namun setelah itu burung terpantau sudah kembali ke hutan Merapi dan tidak pernah turun lagi ke permukiman warga.

"Burung tersebut berhasil hidup di hutan lereng Merapi. Untuk makanan sudah bisa berburu tikus hutan atau ular hutan," katanya.

Asep mengatakan, diharapkan burung Elang Jawa jantan yang berhasil dilepas liarkan tersebut dapat membantu mempercepat menambah populasi burung asli Merapi tersebut.

"Sebelumnya populasi Elang Jawa di Merapi tinggal lima ekor, dan saat ini menjadi enam ekor. Kami akan terus memantau perkembangannya. Mudah-mudahan segera dapat membantu perkembangbiakan Elang Jawa lereng Merapi," katanya.

Elang Jawa berjenis kelamin jantan tersebut telah menjalani rehabilitasi selama dua tahun di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY), Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta Ammy Nurwati mengatakan alasan pelepasan Elang Jawa di Lereng Merapi ini karena hutan wilayah ini memiliki karakter yang cocok untuk Elang Jawa.

"Selain itu alasan lain adalah di kawasan lereng Merapi ini terpantau ada Elang Jawa betina, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi," katanya.

Ia mengatakan saat ini populasi Elang Jawa di Pulau Jawa hanya tinggal sekitar 200 ekor saja.

"Sedangkan di Merapi ini populasi ada lima ekor dan ditambah satu ekor yang dilepas beberapa waktu lalu," katanya.

[hhw]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Tertangkap cium mesra mantan, Ansel Elgort balikan?
  • Kapolda Metro minta warga tak unjuk rasa selama KAA
  • Cerita pernikahan Agus Yudhoyono di Istana dan akad Ibas di Cipanas
  • Perdana! Ini tanggapan Della Perez soal foto mesra bareng Diego
  • Ini 3 strategi Pangdam Jaya jaga KAA dari gangguan keamanan
  • Awas, terlalu banyak makan nasi bisa bikin lemas!
  • Lalu lintas Jakarta diprediksi macet selama KAA
  • Ini pengalihan arus selama KAA di Jakarta
  • Foto Bocah 5 tahun sendirian hadapi polisi Israel bikin geger
  • Gladi bersih pengamanan KAA di JCC, 4.236 polisi diterjunkan
  • SHOW MORE