Bung Karno dan kekuatan gaib

Reporter : Moch. Andriansyah | Rabu, 9 Mei 2012 07:50




Bung Karno dan kekuatan gaib
-

Merdeka.com - Di Surabaya, Suparman (43) berusaha memburu emas tinggalan Soekarno. Akhirnya, dia ditangkap polisi karena menggadaikan mobil sebagai jalan awal memburu emas Bung Karno.

Agak aneh apa yang dilakukan Suparman. Aneh karena di masa modern dia meributkan soal harta peninggalan Bung Karno. Harta peninggalan Bung Karno ini pun disangkutpautkan oleh Suparman dengan laku gaib.

"Untuk mendapatkan benda-benda itu, harus ada upacara sogoh (persembahan terhadap penunggu harta karun secara spiritual), kata Suparman, saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (8/5).

Suparman juga menceritakan kalau upacara sogoh itu bermacam-macam. Sesuai keinginan makhluk gaib yang menunggu benda harta karun yang diminati. "Ada yang menggunakan ayam cemani, minyak, bahkan ada juga yang minta air tujuh sumur. Ada juga yang disertai puasa mutih (hanya makan nasi)," katanya.

Bung Karno sendiri sesungguhnya adalah sosok yang sangat rasional dan tidak pernah percaya pada kekuatan gaib. Dalam buku Bung Karno Masa Muda terbitan Pustaka Yayasan Antarkota tahun 1978, ketika kecil Bung Karno sering dimintai tolong mengobati seseorang yang sakit. Bung Karno tidak pernah percaya ada kekuatan gaib dalam dirinya.

Ibu Fatmawati pernah bercerita, bila putra-putrinya sakit, bapak sering gugup. "Pengobatan dan perawatan diserahkan kepada dokter dan ibu," ujar Ibu Fat.

Pada kesempatan lain, Bung Karno bercerita dalam sebuah kunjungan ke Jawa Tengah, begitu ia selesai makan, ada perempuan yang menghampiri pelayannya dan berbisik. "Jangan biarkan orang mengambil piring presiden. Berikanlah kepada saya sisanya. Saya sedang mengandung dan ingin anak laki-laki. Saya mengidamkan seorang anak seperti bapak. Jadi tolonglah biarkan saya memakan apa-apa yang telah dijamah sendiri oleh presidenku."

Hal ini diceritakan sendiri oleh Bung Karno. Namun, dari cara dia bercerita tampak Bung Karno sendiri tidak percaya pada hal-hal tahayul.

Bahkan, Ibu Fatmawati juga bercerita bahwa mereka (bersama Bung Karno) tidak pernah melakukan "bancaan" (syukuran) untuk putra-putri mereka.

"Kami yang beragama Islam hanya ikut petunjuk Alquran dan hadist dan petunjuk para guru saja," ujar Ibu Fat mengenai bancaan yang jadi tradisi kepercayaan kebanyakan orang Jawa.

[tts]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • 9 tahun nge-host, Lenna Tan masih terus berinovasi dan belajar
  • Sungai Indragiri meluap, pemukiman penduduk terendam
  • Sebulan lagi nikah, Gracia Indri pesan Gaun ke Ivan Gunawan
  • Emosi diajak berhubungan sejenis, pemuda habisi guru tari
  • Gara-gara saling pandang, pemuda 2 desa di Bali bentrok
  • Zayn Malik siap keluar dari One Direction demi tunangannya
  • Pemuda pembacok TNI AD ditangkap saat akan pulang ke rumah
  • iPhone 6 bodi kayu ini bisa jadi pilihan untuk tampil beda
  • Lelang jabatan dirjen pajak harus serius agar mafia tak berkuasa
  • Pembacok anggota TNI di Ciracas masih sekolah di SMK
  • SHOW MORE