Beratribut TNI, lantas berani mengintimidasi
Merdeka.com - Memakai mobil dinas membuat seorang perwira TNI Angkatan Darat bertindak bak koboi jalanan. Cek-cok mulut dengan pengendara lain, Kapten A langsung mempertontonkan keangkuhannya mengumbar tembakan.
Kejadian ini terjadi di Jalan Palmerah, Jakarta, ketika Kapten A yang mengendarai mobil Avanza warna hijau lumut dengan pelat nomor mobil TNI 1394-00 berseteru dengan pengemudi Vespa LX. Terlihat jelas di video yang diunggah di Youtube, pria itu menenteng senjata.
Usai kejadian TNI AD membenarkan jika Kapten A adalah anggotanya yang bertugas di Denma AD. Namun menurut Kadispenad Brigjen Pandji Suko Hari, senjata yang digunakan bukanlah senjata api.
"Itu perlu ditekankan bukan senjata api. Itu air softgun. Itu untuk umum," ujar Pandji.
Atribut TNI juga pernah ditemukan dalam kasus penusukan siswa Pangudi Luhur Raafi Aga Winasya Benjamin. Polisi menyita pelat Lemhannas 5234-12 di mobil Ford Everest milik tersangka penusukan, Sher M Febryawan. Diduga pelat itu sengaja dibawa untuk gagah-gagahan di jalan.
Namun setelah ditelaah pihak Lemhanas menegaskan kalau pelat nomor itu palsu. Terhitung sejak 14 Juni 2011 lalu, tidak ada lagi pelat nomor Lemhannas yang berakhiran 12. Kini pelat nomor Lemhannas berakhiran mulai dari 00, 01, 02 dan 03.
"Pelat nomor Lemhannas milik Sher itu palsu. Kita sudah lama tidak menggunakan pelat nomor 12," ujar Kepala Biro Humas Lemhanas Brigjen Irwan Kusnadi beberapa waktu lalu.
Anggota DPR Roy Suryo juga sempat ketiban sial berurusan dengan pengendara yang memakai atribut TNI. Kejadian ini bermula saat mobil Roy Suryo diserempet oleh Nissan Frontier Double-Cabin hitam B 9344 PBA. Di Frontier itu juga ada lambang TNI AL dengan dua bintang.
Merasa citranya tercoreng dilaporkan ke Polda Metro, TNI AL langsung memberikan klarifikasi. Setelah diselidiki ternyata pemilik mobil itu bukan pejabat TNI AL maupun keluarga TNI AL. Mobil itu atas nama PT Putri Salju Satria yang beralamatkan di Jl KH Mansyur 121, Jakarta Pusat.
Kini sudah saatnya TNI membersihkan adanya penyalahgunaan atribut atau fasilitas oleh anggotanya maupun keluarga anggota. Jangan sampai embel-embel TNI dijadikan alat untuk bertindak semaunya, menakuti mereka yang lemah. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya