Bentrok di Depok dipicu penurunan bendera ormas

    Reporter : Henny Rachma Sari | Kamis, 14 Februari 2013 14:59

    Bentrok di Depok dipicu penurunan bendera ormas
    Demo BBM. ©2012 Merdeka.com

    Merdeka.com - Bentrok antar organisasi masyarakat (ormas) di Depok, Rabu (13/2) dini hari sempat dimediasi oleh pihak kepolisian setempat, namun tidak efektif.

    Kapolres Depok Kombes Ahmad Kartiko mengatakan, bentrokan berawal karena diturunkannya sebuah bendera ormas yang ada di depan Sekolah Cakra Buana.

    "Nah penurunan bendera itu berujung bentrok. Kemudian petugas setempat sempat melakukan mediasi dan sudah tanda tangan kesepakatan damai," ujar Kartiko di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/2).

    Tapi, lanjut Kartiko, malam harinya mereka berkumpul dari berbagai wilayah.

    "Dan terjadilah bentrokan tersebut," tutur Kartiko.

    Dari kejadian tersebut polisi mengamankan 24 orang, lima orang ditetapkan sebagai tersangka.

    "Total lima orang yang ditahan. Mereka itu yang terbukti membawa senjata tajam buat membacok," ucap Kartiko.

    Kelimanya dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan secara bersama-sama yang menyebabkan kerusakan terhadap barang dan juga UU Darurat no. 12 tahun 1951.

    "Dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," imbuh Kartiko.

    Sebelumnya, dua ormas terlibat bentrokan di Depok. Salah satu kelompok mengenakan baju loreng oranye, dan ormas satunya dari kelompok Betawi.

    Bentrok terjadi di Jalan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Dua orang terluka serius dan dua sepeda motor rusak.

    [cob]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Bentrokan Ormas

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE