Merdeka.com tersedia di Google Play


Bea Cukai Juanda gagalkan penyelundupan airsoft gun ilegal

Reporter : Moch. Andriansyah | Selasa, 15 Mei 2012 16:44


Bea Cukai Juanda gagalkan penyelundupan airsoft gun ilegal
senapan m41A. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Penyelundupan senjata api jenis airsoft gun ilegal melalui jasa ekspedisi berhasil digagalkan Petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Senjata itu dikirim melalui kantor pos menggunakan izin pengiriman paket DVD Player.

"Senjata jenis air soft gun ini berasal dari Filipina yang akan dikirim ke Indonesia tanpa surat izin," ujar Kasi Penyidikan dan Penindakan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kanwil Jawa Timur I, Eko Darmanto, Selasa (15/5).

Kecurigaan penyelundupan ini, lanjut Eko, berawal dari kecurigaan petugas terhadap pengiriman paket DVD player dari luar negeri. "Padahal, di sini kan banyak dijual DVD player. Maka kami lakukan pencegahan dan melakukan pemeriksaan menggunakan X-Ray," katanya.

"Ternyata kami temukan benda mencurigakan di dalam kardus DVD palyer yang menyerupai pistol. Selanjutnya, kardus tersebut kami buka dan ternyata benar, isinya senjata api jenis air soft gun," tambahnya.

Dalam kardus DVD player tersebut terdapat beberapa komponen pistol jenis six seuer kaliber 9 mm, termasuk dua peredam serta dua aksesoris berupa cover pistol. Pistol tersebut dikirim atas nama Edelberto Gasing, warga negara asing asal Quezon City, Filipina.

"Kiriman tersebut ditujukan kepada HS, warga Sidoarjo," tuturnya.

Sayangnya, dari kepemilikan barang berbahaya tersebut, tak satupun pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Alasannya, petugas kesulitan membuktikan kepemilikan senpi ilegal tersebut terhadap pelaku, karena modus yang digunakan memakai model jaringan terputus.

"Kami tidak bisa membuktikan pelakunya, karena sifat barang ini dikirim melalui paket dengan alamat fiktif. Ini hasil analisa informasi intelijen yang terus kami kembangkan," katanya.

Ketika ditanyai apakah senjata ini terkait dengan jaringan teroris di Indonesia, Eko menegaskan kalau saat ini pihaknya belum bisa memastikan. "Saat ini belum bisa diidentifikasi secara jauh, karena yang terpenting bea cukai berhasil menggagalkan senjata tersebut," ujarnya.

Sementara itu, adanya penyelundupan senpi ilegal ini, potensi kerugian negara akibat ulah importasi tanpa dokumen itu mencapai Rp 35 juta dari nilai barang sebesar Rp 80 juta. Penyitaan barang tersebut berdasar ketentuan Surat Kapolri No. R/13/I/2005 tentang Pengawasan dan Pengendalian Terhadap Peredaran dan Pemasukan Senjata Replika, senjata mainan yang menyerupai senjata api tidak diizinkan masuk ke Indonesia.

Untuk pengembangan lebih lanjut, pihak bea cukai akan menyerahkan barang bukti serta data penerima ke Ditintelkam Polda Jawa Timur. "Bea Cukai Juanda siap melakukan antisipasi apabila terdapat langkah yang mencurigakan terhadap barang yang masuk melalui bandara Juanda," pungkasnya.

[did]

Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Berguru ke Syekh Ahmad Khatib membuat Haji Agus Salim makin alim
  • 5 Alasan utang asing terus bengkak versi pengamat
  • 5 Fakta kapal Australia masuk Indonesia,27 KM dari Palabuhanratu
  • Tom Hardy bakal berperan ganda sebagai saudara kembar Kray
  • Satu lagi cerita nestapa ibu hamil naik KRL
  • Libur panjang tak buat tujuan wisata Jakarta sepi
  • 10 Pemain center paling 'kokoh' sepanjang sejarah NBA
  • Romi tegaskan sesepuh PPP tak restui koalisi dengan Gerindra
  • 8 Film komedi romantis yang wajib ditonton tahun ini
  • Menengok para istri aktivis yang tewas dan hilang diculik
  • SHOW MORE