Bakal cagub Sumut demo Konjen Malaysia
Merdeka.com - Pro dan kontra rencana Malaysia mendaftarkan tari Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai kebudayaan nasionalnya dimanfaatkan politikus Partai Amanat Nasional Sumut, Kamaluddin Harahap. Wakil Ketua DPRD Sumut ini menggelar aksi di depan Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, sebelum mendaftarkan diri ke Partai Golkar untuk menjadi calon Gubernur Sumatera Utara.
Kamaluddin bersama tim sukses dan simpatisannya menggelar kesenian Gordang Sambilan dan Tor-tordi Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Sabtu (23/6). Bahkan dia juga ikut manortor (menari Tor-tor) bersama sejumlah perempuan muda yang mengenakan pakaian adat Mandailing.
"Ini bukan demonstrasi. Ini adalah pagelaran budaya Tapanuli Selatan. Ini adalah budaya Tor-tordan Gordang Sambilan yang diklaim oleh sahabat kita, negara tetangga kita, Malaysia," katanya kepada wartawan.
Kamaluddin mengatakan usai menggelar aksi dia dan rombongannya akan bergerak ke kantor DPD Partai Golkar Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim, Medanuntuk mendaftarkan diri sebagai calon gubernur melalui Partai Golkar.
Menyikapi tudingan dia mempolitisasi polemik Tor-tor dan Gordang Sambilan ini, Kamaluddin tidak mempersoalkannya. "Tudingan-tudingan itu banyaklah itu. Tapi saya sebagai putra daerah Tapanuli Selatan saya harus angkat ini. Ketika saya berangkat ke Golkar untuk mendaftarkan diri, ini juga merupakan semangat yang harus kita munculkan dan lestarikan," kilahnya.
Menurut Kamaluddin, Tor-tor dan Gordang Sambilan itu menyemangatinya sebagai masyarakat Tapanuli Selatan. Dia menyatakan Malaysia tidak boleh mengklaim kebudayaan itu. "Jangan diklaim. Boleh adat budayanya dibawa ke sana, seperti breakdance milik asing kan boleh dibawa ke sini," ucap Kamaluddin.
Seperti diberitakan, Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Norlin binti Othman, menyatakan pemerintahnya tidak pernah berencana mengklaim tari Tor-tor dan kesenian Gordang Sambilan. Mereka tetap mengakui kedua kesenian itu berasal dari Sumatera Utara, Indonesia.
"Jadi, pada kasus ini, perkumpulan adat Mandailing yang mengusulkan agar adat istiadatnya diihtisarkan, disahkan di Malaysia, supaya sejajar dengan budaya lain yang lebih dulu dijadikan warisan budaya, seperti barongsai, milik masyarakat Cina," papar Norlin. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya