Artis lawas (8-tamat)

Bagio, pelawak kocak yang mendidik

Reporter : Didi Syafirdi | Minggu, 8 Juli 2012 15:52




Bagio, pelawak kocak yang mendidik
s bagio. istimewa

Merdeka.com - Dunia lawak tanah air sepertinya tidak pernah kehabisan talenta. Mereka selalu tumbuh dan berkembang seiring dengan hausnya masyarakat akan hiburan.

Dari sejumlah nama, hanya segelintir pelawak masa lalu yang namanya terus dikenang hingga kini. Salah satu pelawak yang mungkin selalu diingat adalah S Bagio. Gaya lawak halus dan serius menjadi ciri Bagio.

Di masa jayanya, pria kelahiran Purwokerto itu sempat beberapa kali bergabung dengan grup lawak. Namun yang paling dikenal adalah Bagio CS. Bersama Darto Helm, Diran, dan Sol Saleh, Bagio berhasil mengocok perut penonton. Dalam film biasanya Bagio memerankan tokoh yang kagetan dan latah dengan kata-kata 'Eh, copot.. copot'.

Karier Bagio sebagai pelawak sudah dibangun sejak duduk di bangku kuliah. Jika saja takdir punya rencana lain, mungkin Bagio semasa hidupnya akan berkutat dengan dunia hukum. Bagio merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Namun tak selesai karena lebih memilih menjadi pelawak.

Saat masih kuliah di Yogyakarta, Bagio menang dalam hampir semua lomba lawak. Karena ingin memfokuskan pada karier melawak, Bagio membentuk kelompok EBI bersama Eddy Sud dan Iskak.

Kelompok ini sukses, sampai akhirnya diboyong Usmar Ismail ke Jakarta untuk ikut film Gaya Remaja (1957). Di Jakarta karier Bagio semakin moncer. Wajahnya semakin sering muncul di layar kaca.

Materi lawakan Bagio terkadang disesuaikan dengan suatu masalah atau program pemerintah. Bagio memang cerdas. Baginya lawak bukan sekedar candaan, buat orang ketawa, tetapi lebih dari itu. Pesan informatif dan mendidik selalu ditonjolkan Bagio tiap kali melawak. Dengan begitu ada masukan yang didapat para penonton setelah melihatnya tampil.

Program pemerintah yang diselipkan Bagio saat tampil misalnya, program wajib belajar dan keluarga berencana (KB). Bagi bapak dengan 11 anak itu, program pemerintah yang disampaikan tidak akan mengorbankan lawakannya. Meski bermunculan pelawak muda yang gemar menjual kekonyolan dan seks, Bagio tetap konsisten dengan gayanya.

Sebagai pelawak, perjuangan Bagio tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pemeran utama filam Mat Dower itu pernah tinggal di rumah sepetak kecil yang selalu kebanjiran di Jakarta.

Bagio pernah berdagang arang dapur, kelapa, dan istrinya, Apik Hariyati, berjualan lontong. Namun karena kerja kerasnya, pelawak yang pernah bermain bareng dengan Ateng dan Iskak itu berhasil mengangkat derajat keluarganya.

Kini sudah hampir 19 tahun Bagio kembali ke sang pencipta karena serangan kanker darah yang mengganas. Sumbangsihnya terhadap dunia lawak akan terus dikenang. Sudah seharusnya para pelawak muda belajar dari Bagio.

[ren]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Jokowi: Body tidak punya, pinter juga tidak
  • Simak foto Margot Robbie perankan Jane dalam 'TARZAN' terbaru
  • Banyak mobil mogok, jalur menuju objek wisata Dieng macet
  • Presiden Argentina berencana pindahkan ibu kota
  • Periksa kasus Florence, polisi undang psikolog dan ahli bahasa
  • Wow, Febby Blink 'menjelma' jadi Lorde?
  • Waspadai efek samping mengerikan dari Viagra!
  • Kompolnas desak Polda ganti rugi korban ledakan bom di Semarang
  • Perankan adegan panas, Dakota Johnson ditentang keluarga
  • Review: jumpa klub promosi, mu gagal menang lagi
  • SHOW MORE