Atasi banjir, Pemprov Jabar normalisasi 4 anak Sungai Citarum

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Rabu, 15 Mei 2013 12:22




Atasi banjir, Pemprov Jabar normalisasi 4 anak Sungai Citarum
Banjir Kampung Melayu. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan normalisasi terhadap empat anak sungai Citarum Jawa Barat untuk mencegah bencana banjir yang kerap melanda kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Keempat sungai itu yakni Cimande, Cikijing, Cikeruh dan Citarum.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (KDPSA) Supriyatno mengatakan pelaksanaan normalisasi sungai akan dilakukan tahun depan yang merupakan program Upper Citarum yang dianggarkan mencapai Rp 400 miliar berasal dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Setengah dari dana tersebut akan digunakan untuk pengerukan sungai. Sedangkan setengah sisanya akan digunakan untuk pembebasan lahan," katanya Rabu (15/5).

Menurutnya normalisasi akan dilakukan pada empat anak sungai yang ada yakni Cikijing 6,68 km, Cimande 9,51 km, Cikeruh 10 km, Citarum hulu 5,48 km. Upaya normalisasi di sungai tersebut juga harus diintegrasikan dengan penanganan sistem drainase jalan dan pemukiman di kawasan tersebut.

"Permasalahan PT Kahatex di Rancaekek saat ini memanfaatkan alur dan sempadan sungai Cikijing," terangnya. Dia meminta perusahaan yang ada secara bersama melakukan evaluasi terhadap pengalihan alur, pemanfaatan ruas dan sempadan sungai dengan ketentuan aturan berlaku.

Supriyanto menjelaskan, banjir yang melanda Rancaekek yang memutuskan jalur Selatan Pulau Jawa dikarenakan curah hujan di kawasan tersebut mengalami peningkatan pada akhir April lalu dengan curah hujan mencapai 77 mm dan durasi 5 jam.

"Ini mengakibatkan aliran air di permukaan meningkat," ujarnya. Dari sistem drainase yang ada aliran tersebut seharusnya mengalir menuju sungai Cikijing dan Cimande.

Tapi kondisi yang ada Cimande juga mengalami peningkatan debit air dengan yang ada terlampaui dan membanjiri pemukiman sampai dengan jalan raya Rancaekek.

"Akibatnya terjadi aliran terbalik pada saluran drainase yang seharusnya mengalirkan air hujan dari jalan raya dan kawasan bagian utara jalan ke sungai Cimande, dan sungai Cikijing," ujar Supriyanto.

Hal tersebut kata dia membuat laju aliran air hujan dari permukiman di sebelah Utara Jalan dan mengakibatkan banjir di kawasan tersebut. Saat ini pihaknya akan menempuh langkah darurat dengan melakukan pengerukan dan pelebaran terhadap salah satu anak sungai yakni, Cikijing. Dana yang disiapkan berasal dari APBN senilai Rp 400 juta.

[bal]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman




Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Tahun depan, menhub minta tambah anggaran Rp 27 triliun
  • Disiksa majikan, payudara PRT di Sunter dicakar
  • Depresi diputus pacar, Novella nekat lompat dari Jembatan Ampera
  • Kasus korupsi rel kereta, eks pegawai Kemenhub ditahan Polri
  • Tak hanya disiksa, PRT di Sunter dikasih makan tempe & nasi basi
  • Sesditjen Ketenagalistrikan kikuk disinggung soal anggaran
  • Kejagung segera panggil Gubernur Sulteng terkait rekening gendut
  • Habiskan Rp 22 M buat perjalanan dinas, Pemprov Jatim berkelit
  • KPK segera selidiki rekening mencurigakan Foke
  • Mulai tahun depan, sesi bikini bakal lenyap dari Miss World
  • SHOW MORE