Aparat bubarkan demo tolak SBY di Bandung
Merdeka.com - Puluhan mahasiswa Bandung dihadang polisi saat melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Akibatnya, delapan mahasiswa yang sempat saling dorong mengalami luka-luka. Bahkan kedelapan itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhamadiyah, Bandung.
Massa dari Aliansi BEM Jawa Barat dan Ikatan Mahasiswa Indonesia (IKAMi) Sulawesi Selatan itu melakukan aksi di sekitar perempatan Jalan Gatot Subroto-Laswi Bandung. Diperkirakan hanya berjarak 1,5 kilometer dari tempat SBY melakukan peresmian di Trans Studio Bandung.
"Kita berada di perempatan jalan sekitar pas SBY mau ke Trans. Kami hanya melakukan aksi itu di trotoar. Tapi polisi yang jaga di situ mendorong mundur kita," kata Juru Bicara Aliansi BEM Jawa Barat, Januriadi Adie saat dihubungi wartawan, Sabtu (30/6).
Adie mengaku, aparat TNI secara spontan mengusir mahasiswa untuk terus menjauh dari lokasi SBY beraktifitas. "Padahal kami melakukan aksi di trotoar tapi tetap saja tidak boleh melakukan aksi. Waktu SBY lewat, kami memberikan toleransi untuk menghentikan sebentar aksi. Tapi dengan nada emosi aparat tetap mengusir kita dan mengambil semua instrumen kita," katanya.
Adie mengungkapkan, delapan orang mahasiswa menjadi korban kekerasan polisi, dan tiga orang diantaranya mengalami luka dalam dan luka sobek di bagian bibir. "Teman kami ada yang disetrum pakai senjata polisi itu sampai jatuh dan dipukuli. Ini adalah kekejaman dari aparat," katanya.
Penolakan tak hanya dari IKAMi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bandung Raya dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Bandung (KAMMI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bandung melakukan aksi penolakan kedatangan SBY. Mereka yang semula hendak melakukan demonstrasi tepat di depan Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Bandung, dipukul mundur oleh aparat hingga radius 200 meter meski kondisinya tetap kondusif. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya