Anggota DPR tak heran pelajar SMA doyan film porno

Reporter : Yacob Billi Octa | Selasa, 18 September 2012 16:03




Anggota DPR tak heran pelajar SMA doyan film porno
film porno. ©2012 mimiforum.cz

Merdeka.com - Hasil survei hotline pendidikan mengungkapkan 90 persen pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Jawa Timur, terbukti memiliki dan menyimpan film dan gambar porno.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi X DPR, Popong Otje mengaku tidak heran dengan hal itu. Menurutnya, hal seperti itu terjadi setelah melewati berbagai tahapan dan bukan tiba-tiba.

"Hal seperti itu terjadi tidak tiba-tiba, ada proses panjang, dan itu erat kaitannya dengan sistem pendidikan sekarang," kata Popong kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (18/9).

Dia menilai, banyak pendidikan berbasis moral yang seharusnya menjadi aspek penting untuk mendidik mental murid didik, tapi tidak diindahkan. Bahkan sebagian lagi dihapus dari daftar mata pelajaran, seperti Pendidikan Moral Pancasila yang dihapus sejak 12 tahun lalu.

"Saat ini pendidikan agama hanya satu sampai dua jam seminggu, ya kurang. Akhirnya moral dan mentalnya tidak ada," geram Popong.

Dia mengatakan, buruknya proses pendidikan tersebut diperparah dengan kemajuan dan perkembangan teknologi informasi yang tidak bisa dipilah oleh peserta didik. Sehingga tidak heran jika banyak ditemukan video porno tersimpan di handphone.

Popong melanjutkan, buruknya manajemen orang tua membagi waktu, juga menambah penyebab rusaknya mental generasi muda.

"Orang tua banyak aktif di luar rumah. Pagi-pagi ayah ibu sudah bekerja mencari nafkah, sehingga anak kurang terkontrol," kata Popong.

Sistem pendidikan juga tidak kalah menyumbang rusaknya mental generasi muda. Popong mengibaratkan, jika dahulu guru rajin dan peduli dengan peserta didiknya, saat ini guru lebih banyak terkonsen hanya memberikan materi pelajaran.

"Kalau dahulu setiap hari Senin, kuku, rambut, dan telinga murid diperiksa. Gurunya intensif. Sekarang, nyaris tidak ada. Bahkan sekarang satu sekolah bisa dipakai untuk beberapa sekolahan," sindir Popong.

Untuk itu, Komisi X DPR berupaya untuk memasukkan kembali unsur pendidikan moral dalam mata pelajaran wajib siswa. Meski diakui hasilnya tidak secepat kilat, Komisi X secara bertahap akan mengupayakan untuk ikut serta membenahi mental dan moral generasi muda.

"Komisi X sudah berhasil mengembalikan PMP (Pendidikan Moral Pancasila) untuk diajarkan kembali dari SD sampai SMA mulai 2012 ini. Secara bertahap, harus dimulai," kata Popong.

[dan]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Pornografi# Video Porno

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • JK sebut perpolitikan Indonesia hancur kalau Partai Golkar pecah
  • Blokade Jl Gatot Subroto, buruh gagal bertemu Menaker
  • Taufik dukung buruh demo Ahok minta UMP Rp 3,2 juta
  • JK: Kalau Munas Golkar di Bali tenteng parang, bawa batu gimana?
  • Protes rutan, Bos Sentul City dan Gulat Manurung juga disanksi
  • Akhirnya! Semua game Angry Birds kini gratis di Windows Phone
  • Perusahaan tambang Bakrie diizinkan tunda bayar utang
  • Lepas tangan urusan wilayah, Ahok lempar tugas ke wali kota
  • Tak punya biaya berobat, ayah di China 'bakar' anaknya
  • Menko Sofyan: Agar buruh tak banyak bergerak, berikan fasilitas
  • SHOW MORE