Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anak buah Hartati Murdaya diperiksa KPK

Anak buah Hartati Murdaya diperiksa KPK Kantor milik Hartati. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pegawai IT PT Hardaya Inti Plantation (HIP), Glenn Patrick Haslim dijadwalkan diperiksa KPK. Glenn diperiksa terkait dugaan kasus penerimaan hadiah terkait pengurusan HGU perkebunan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YA dan GS," ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi, Priharsa Nugraha, Rabu, (4/7).

Sebelumnya, Bos PT Hardaya Inti Plantation, Siti Hartati Murdaya telah dicegah bepergian ke luar negeri. Selain Hartati, para pegawai di perusahaan tersebut juga ikut dicegah. Di antaranya, Benhard, Arim dan Seri Sirithong. Bupati Buol Amran Batipulu yang ditetapkan tersangka juga dicegah mulai 3 Juli 2012 kemarin.

"Ada lima orang yang dicegah yakni Amran Batipulu (Bupati Buol), Siti Hartati Cakra Murdaya (owner HIP), Benhard, (staff HIP), Seri Sirithong (staff HIP), dan Arim, (staff HIP), terhitung sejak 28 Juni 2012 berlaku selama 6 bulan," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Selasa (3/7).

Kasus ini berawal dari tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap Anshori (YA) general manager PT HIP. Kemudian, Gondo Sudjono (GS) staff di PT HIP juga ikut ditangkap saat tiba di bandara Soekarno Hatta Jakarta. GS ditangkap bersama D dan S yang kini telah dibebaskan. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP