Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aksi ricuh, polisi amankan lima mahasiswa

Aksi ricuh, polisi amankan lima mahasiswa Polisi amankan mahasiswa peserta demonstrasi di Yogyakarta. merdeka.com/Parwito

Merdeka.com - Petugas polisi kembali mengamankan lima orang mahasiswa peserta demonstrasi tolak kenaikan harga BBM dari Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) di Yogyakarta, Senin (19/3). Sebelumnya, polisi telah mengamankan koordinator lapangan (Korlap) Yayan.

Polisi mengamankan mereka karena diduga menjadi provokator dan melakukan aksi anarkis saat demonstrasi berlangsung.

Lima mahasiswa itu diamankan petugas di Polsek Depok Barat, Sleman, Yogyakarta, setelah polisi di bawah kendali langsung Wakapolda Yogyakarta, Kombes M Jaelani, menambah personelnya sebanyak empat satuan setingkat kompi (SSK).

"Ada sebanyak empat SSK total pasukan kami untuk amankan aksi unjukrasa yang sudah kami nilai keterlaluan dan tidak tertib lagi ini," kata Wakapolda Yogyakarta, Kombes M Jaelani, Senin (19/3).

Pantauan merdeka.com, setibanya di lokasi empat SSK tersebut langsung melakukan penyisiran di kampus UIN Fakultas Dakwah. Alhasil polisi berhasil mengamankan lima mahasiswa tersebut.

"Kita akan dalami dulu apa peran dan aksi mereka saat aksi berlangsung. Sebab mereka diduga melakukan aksi pelemparan," kata Yayan.

Selain menambah personel, kepolisian juga menurunkan mobil water canon tambahan.

Sebelumnya, demonstrasi menolak kenaikan harga BBM yang digelar gabungan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) di Yogyakarta, Senin (19/3) berlangsung ricuh.

Aksi diawali dengan pemblokiran Jalan Raya Solo, serta membakar patung kertas babi. Akibatnya jalan yang menghubungkan Yogyakarta-Solo itu ditutup sementara oleh petugas kepolisian.

Tak hanya itu, demonstran juga mencorat coret jalan dan berusaha membakar foto Presiden SBY dan Wapres Boediono, namun hal itu gagal dilakukan karena 200 petugas polisi langsung berusaha menggagalkan.

Polisi bahkan mengeluarkan sejumlah tembakan peringatan, serta gas air mata untuk memukul mundur ratusan mahasiswa.

Dengan menggunakan sebuah mobil water canon, polisi akhirnya berhasil memukul mundur para demonstran yang lari ke dalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Aksi ini sengaja digelar karena Wakil Presiden Boediono tengah berada di Yogyakarta untuk membuka acara seminar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Menurut rencana, selepas menghadiri seminar Wapres akan melewati Jalan Raya Solo, tepatnya Jalan Adisoetjipto Yogyakarta. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP