Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akivis perempuan tolak pelarangan rok mini di DPR

Akivis perempuan tolak pelarangan rok mini di DPR

Merdeka.com - Rencana pelarangan pemakaian rok mini bagi staf maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendapat kecaman dari para kaum perempuan. Salah satu yang menentang pernyataan tersebut keluar dari Forum Keadilan Perempuan.

"Menanggapi adanya pelarangan rok mini bagi anggota DPR, Forum Keadilan Perempuan menyatakan sikap untuk menolaknya. Pertama, pernyataan tersebut tidak patut keluar dari seorang Marzuki Alie," ujar juru bicara Forum Keadilan Perempuan, Iswarini, saat menggelar aksi damai di seberang Istana Merdeka, Kamis (8/3).

Menanggapi hal tersebut, Iswarini mengatakan, seharusnya Ketua DPR Marzuki Alie harus meninjau kembali pernyataannya dan harus melihat otoritas seorang perempuan terlebih dahulu. "Itu sudah melanggar hak, karena wanita berhak memakai pakaian yang sesuai dengan keinginannya," sahutnya.

Menurut Iswarini, isu pelarangan pemakaian rok mini di DPR, sama saja negara memperkosa perempuan. DPR tidak bisa berkata, dengan memakai rok mini dapat menyebabkan seseorang diperkosa. "Itu menunjukkan pikirannya yang mesum bukan berarti tubuhku yang salah," jelas Iswarini.

Dari data yang ada, Iswarini menjelaskan, kasus perkosaan yang terjadi itu tidak melulu selalu menimpa kepada mereka yang berpakaian minim.

"Karena faktanya pemerkosaan itu juga bisa menyasar pada orang yang memakai jilbab, seperti contohnya seorang PNS dan seorang buruh pabrik, yang notabenenya berpakaian tertutup," tandasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP