Akankah ramalan kiamat suku Maya terbukti hari ini?

Reporter : Anwar Khumaini | Jumat, 21 Desember 2012 05:09




Akankah ramalan kiamat suku Maya terbukti hari ini?
kiamat 2012. © Nydailynews.com

Merdeka.com - Hari ini, Jumat 21 Desember 2012. Konon diramalkan dunia akan kiamat. Ketika sumbu bumi semakin miring, perlahan-lahan bencana besar melanda. Gempa memecah belah bumi, mulai dari bagian bumi barat, dari benua Amerika terus meluas hingga belahan bumi Timur, Jepang dan kawasan Asia. Nubuat kiamat tersebut diramalkan Nostradamus.

Sementara, kalender suku Maya menandai akhir dari lingkaran tahun 5.126, bila dihitung tepat pada 21 Desember 2012. Pada saat itulah (hari ini) dewa perang dan penciptaan, Bolon Yokte akan kembali dan menandai berakhirnya Baktun 13, yaitu periodisasi waktu 394 tahun yang diciptakan bangsa Maya. Kemunculan Bolon Yokte akan menandai kehancuran dunia. Benarkah?

David Morrison, ilmuwan senior di NASA Ames Research Center di California membantah kebenaran berita kiamat itu. Morrison menjawab, berita kiamat hanya akan menakuti anak-anak, dan itu jahat!

"Saya memiliki setidaknya satu email per hari dari seorang anak yang mengaku tidak bisa tidur. Beberapa mengancam bunuh diri. Saya mendengar tentang dua pasang orangtua yang berbicara tentang membunuh anak-anak mereka, lalu bunuh diri sebelum tanggal kiamat," ujarnya seperti dilansir www.nytimes.com.

Morrison mengatakan, manusia bisa saja melakukan hal-hal yang mengerikan di dunia misalnya dampak pemanasan global atau perang nuklir. "Tapi kita tidak bisa menggeser jarak ke matahari atau memperlambat rotasi."

Morrison melanjutkan, Andromeda akan menabrak Bima Sakti dalam dua miliar tahun. Apakah tabrakan ini akan melenyapkan bumi dan matahari yang ada di Bimasakti dan mengakibatkan kiamat? Tabrakan tidak membahayakan bumi karena diselamatkan ruang kosong pada galaksi Bima Sakti.

"Akhir dunia adalah sebuah konsep yang benar-benar konyol. Kita sudah di sini selama empat miliar tahun." Dowd bertanya, bagaimana anda yakin? "Saya memiliki gelar doktor dalam astronomi dari Harvard," ujar Morisson.

Para ahli dari bidang purbakala, antropologi, dan disiplin ilmu lainnya beberapa bulan lalu berkumpul di Kota Merida, selatan Meksiko. Mereka membahas soal berakhirnya kalender 394 tahunan Suku Maya (baktun) pada 21 Desember atau hari ini.

mereka menyimpulkan selesainya almanak Maya itu bukan berarti kiamat bakal datang. "Suku Maya telah membuat ramalan-ramalan, namun bukan soal fatalistik (kiamat), lebih pada kejadian-kejadian yang dalam konsep siklus sejarah mereka bakal terulang di masa depan," kata Alfredo Barrera, ahli purbakala Meksiko dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Minggu (30/9).

Mereka memperkirakan sudah berlangsung pada tahun 3114 sebelum Masehi. Sistem almanak mereka terdiri dari 13 baktun atau 5.125 tahun, sehingga akan selesai pada 21 Desember. Ilmuwan menyatakan 13 merupakan angka keramat bagi Suku Maya, tapi akhir kalender bukan berarti hari akhir tiba.

Mereka menekankan orang-orang Maya memang sangat tertarik meramal kejadian-kejadian mendatang. Budaya klasik mereka adalah menulis, astronomi, dan kuil pemujaan. "Suku Maya benar-benar percaya bakal banyak kejadian jauh di masa depan dihitung dari sekarang," ujar Geoffrey Braswell, ahli antropologi dari Universitas California, San Diego, Amerika Serikat.

Dia menambahkan, suku Maya memprediksi kiamat baru datang dua ribu tahun lagi dari sekarang.

MSN (20/11) suku Maya modern malah tidak percaya dengan ramalan kiamat hari ini. Mereka mengatakan bahwa penafsiran arkeolog Barat terlalu melebih-lebihkan. Pimpinan suku Maya saat ini, Apolinario Chile Pixtun dan arkelolog Meksiko, Guillermo Bernal, keduanya mencatat bahwa "kiamat" adalah konsep Barat yang tidak memiliki kesamaan dengan kepercayaan Maya.

Dalam penjelasannya, pimpinan suku Maya tersebut mengatakan bahwa kalender yang bangsa Barat percaya adalah tanggal akhir dunia hanyalah sebuah Kalender Hitungan Panjang Maya kuno. Dalam hitungan tersebut tercatat bahwa saat ini disebut juga dengan nama Baktun 13 dan akan berakhir pada hitungan 13.0.0.0.0 atau 21 Desember 2012 dalam hitungan GMT. Dengan berakhirnya Baktun 13, maka sebuah hitungan panjang baru akan dimulai atau Baktun 14.

[bal]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kiamat

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Para sahabat tunggu tanggal tunangan Robert Pattinson
  • Sambut Natal, mal buatkan pakaian khusus untuk pegawai
  • Delapan anak tewas ditikam, ibu di Australia ditangkap
  • Karyawan restoran di Mal anggap pakai topi Santa tak masalah
  • Fokus akting di Amerika, apa sih rencana Cinta Laura?
  • Brigjen Paulus Waterpauw jadi Kapolda Papua Barat pertama
  • Kodam Jaya bantah gerebek eks asrama di Cawang buat gusur warga
  • Scholes: Man City akan depak Barca dari Liga Champions
  • Menteri Puan heran masih ada pedagang simpan uang di ketiak
  • Tujuh bulan perjuangan untuk 'melahirkan' para pendekar
  • SHOW MORE