Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok: Premi KJS Rp 23 ribu masih cukup, tidak dinaikkan

Ahok: Premi KJS Rp 23 ribu masih cukup, tidak dinaikkan kartu jakarta sehat. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan 14 rumah sakit yang dikabarkan mundur bersama dua rumah sakit yang resmi mengundurkan dari peserta KJS, hanya ocehan staf bawahan dari rumah sakit yang bersangkutan. Pasalnya, direktur dari 14 rumah sakit menyatakan tidak ada niat mengundurkan diri.

"Keputusan kita kan cuma dua yang mundur, ini ada masalah orang staf di bawah yang ngoceh, ya kita sudah panggil direktur-direkturnya itu enggak ada yang mundur, Husada, Sumber Waras enggak ada yang mundur," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/5).

Untuk sementara, Pemprov DKI tidak akan menaikkan tarif premi asuransi Rp 23 ribu. "Nah untuk sementara hitungan kita nih premi tidak perlu dinaikkan, masih cukup Rp 23 ribu gitu loh, karena itu hitungan BPJS kan, nah ini pemerintah Rp 15.600 atau Rp 15.700. Lebih rendah lagi dari kita, itu saja sih saya kira," jelasnya.

Namun, hasil dari pemaparan dengan Gubernur tentang KJS, Ahok mengatakan bahwa Jokowi masih akan mengecek apakah premi tersebut mencukupi atau tidak. Tetapi, Ahok mengatakan untuk sementara ini sampai hari ini hitungannya cukup. "Enggak ada perubahan tarif," tegasnya.

Sementara itu, terkait pola pembayaran dengan menggunakan Indonesia Case Base Groups (INA CBGs) yakni sistem per paket untuk pengobatan. Ahok mengaku akan mengevaluasi akhir bulan nanti bersama Kemenkes. "Mau evaluasi nanti mungkin, tunggu abis 29 Mei," tandasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP