Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada kesamaan modus operandi pengebom 2 gereja di Makassar

Ada kesamaan modus operandi pengebom 2 gereja di Makassar bom molotov. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Polisi telah menemukan titik terang, pelaku pemboman dua gereja di Makassar, Minggu dini hari lalu (10/2). Hasil ini diperoleh setelah memeriksa dua saksi pengeboman Gereja Toraja Mamasa, dan empat lainnya saksi dari Gereja Tiatira.

"Namun mereka hanya melihat siapa yang beraksi, yang di Jalan Dirgantara (Toraja Mamasa) ada tiga orang mengendarai sepeda motor memakai helm melempar bom. Demikian gereja yang satunya hanya mendengar suara dentuman dan melihat ada kobaran api di bangunan gereja," kata AKBP Endi Sutendi kepada merdeka.com, Senin (11/2).

Selain itu, dari oleh tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan polisi, diduga kedua bom ini punya persamaan.

"Dari keterangan saksi yang berasal dari warga di sekitar dan olah TKP, modus operandi dan dari jenis bahannya ada kemiripan di TKP yang pertama dan kedua. Dari caranya pelaku juga, tapi tetap kita lakukan penyidikan," terang dia.

Sebelumnya, dua gereja di Jalan Muhajirin Raya Lorong 2 Nomor 2 Mallengkeri, Kecamatan Tamalate dan gereja GMT di Jalan Dirgantara, Kecamatan Panakukkang, Makassar dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal, dini hari tadi.

Gereja pertama yang menjadi sasaran orang tak bertanggungjawab adalah Gereja Tiatira Mallengkeri, sekitar pukul 03.00 Wita. Bagian depan atas gereja itu terbakar dan meninggalkan noda hitam serta pecahan kaca bekas molotov.

Sekitar sejam berikutnya atau sekitar pukul 04.15 Wita, kembali Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Jordan, di Jalan Dirgantara IX No. 73 A juga dilempari dua bom molotov yang mengenai pintu, spanduk nama gereja. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP