Ada cerita 'kemolekan perempuan' di buku kelas 6 SD

    Reporter : Lia Harahap | Rabu, 10 Juli 2013 12:32

    Ada cerita 'kemolekan perempuan' di buku kelas 6 SD
    Buku Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia. ©2013 Merdeka.com

    Merdeka.com - Untuk kesekian kalinya, beredar buku ajar untuk siswa Sekolah Dasar (SD) yang di dalamnya memuat cerita dewasa. Lebih parah dari kejadian-kejadian sebelumnya, pada buku yang satu ini terdapat sebuah cerita panjang tentang jalan hidup wanita yang hilang keperawanannya dan kemudian berjuang hidup dengan menjual diri. Duh!

    Buku itu dibagikan ke siswa kelas enam SDN Polisi 4, Bogor, Jawa Barat. Kasus ini terungkap setelah seorang siswa mempertanyakan pada ibunya makna dari wacana 17 tahun ke atas itu dan dimuat dalam sebuah blog komite SDN Polisi 4.

    Buku paket pelajaran Bahasa Indonesia itu dicetak CV Graphia Buana dan dikarang Ade Khusnul dan M Nur Arifin. Buku bersampul warna hijau ini merupakan cetakan baru yang diterbitkan Maret 2013 kemarin.

    Cerita esek-esek itu disajikan di halaman 55-60 dengan judul Anak Gembala dan Induk Serigala. Aneh memang, bagaimana bisa judul yang demikian sangat melenceng dengan cerita yang dimuat.

    Berikut penggalan wacana dewasa yang disajikan untuk siswa kelas enam SD Negeri Polisi 4, Bogor:

    ".....Beban yang berat membawanya untuk masuk lebih dalam ke bilik kamar yang hanya ditutupi oleh kain.Bilik itu bagian belakang dari sebuah warung remang-remang di pinggiran kota .Tempat dimana sekarang dia membanting tulang demi hidupnya dan keluarganya di sebuah kampung.Di dalam bilik itu sudah menunggu seorang laki-laki yang segera menyambutnya dengan sebuah pertanyaan.

    "Dari mana asalmu ?"

    "Panyuren, " jawab perempuan ,yang baru saja duduk di dalam kamar itu, singkat.

    Gerakan perempuan itu terlihat masih kikuk .Benar seperti kata pemilik warung ini, dia ini pendatang baru !.Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu.Hanya saja dia masih penasaran dengan nama kampung asal yang tadi disebut.

    "Panyuren .Agaknya saya pernah ke sana .Kampung itu terletak dekat dengan hutan lebat bukan?"

    "Iya benar," perempuan itu menjawab singkat dan terdengar ragu.

    [lia]

    Rekomendasi Pilihan


    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE