91 Imigran gelap diangkut ke Kendari

Reporter : Anwar Khumaini | Sabtu, 9 Maret 2013 09:25

91 Imigran gelap diangkut ke Kendari
Kapal imigran gelap. tunisia-live.net

Merdeka.com - Sebanyak 91 imigran gelap berasal dari Myanmar, Banglades, dan Somalia yang ditangkap jajaran Polres Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (5/3), diangkut ke Kantor Imigrasi Kendari dengan KM Aksar, Sabtu.

Kepala Polres Wakatobi Hotman Damanik melalui telepon dari Wangiwangi, Sabtu, mengatakan para imigran gelap itu diangkut ke Kantor Imigrasi Kendari atas kesepakatan satgas.

"Para imigran ini dibawa ke Kendari, lalu diterbangkan ke Makassar, untuk proses lebih lanjut," katanya seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Polres Wakatobi mengamankan 88 imigran gelap yang masing-masing berasal dari Myanmar 44 orang, Banglades 38 orang, dan Somalia enam orang.

Dua hari setelah penangkapan 88 imigran gelap tersebut, petugas Polres Wakatobi kembali mengamankan tiga imigran gelap.

Para imigran gelap tersebut ditemukan di perairan laut dekat Karang Kapota di Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Selasa (5/3).

Saat ditemukan, 12 orang di antara para imigran gelap tersebut dalam kondisi sakit dan dua orang kritis.

Kapten KM Rayahu Lestari yang mengangkut para imigran tersebut bernama Bonan telah melarikan diri.

Setelah dievakuasi di Wanggiwangi, 12 orang yang sakit dan dua kritis segera mendapat perawatan intensif oleh petugas kesehatan Puskemas Wangiwangi.

Saat ini, kondisi kesehatan para imigran sudah membaik, dan yang mengalami kritis sudah normal.

"Seluruh biaya rumah sakit, termasuk makanan tambahan dari para imigran gelap itu ditanggung Pemerintah Kabupaten Wakatobi, melalui dana penanggulangan bencana," kata Hotman.

Ia mengatakan para imigran gelap tersebut bertolak dari Jakarta menuju Kendari. Dari Kendari rencananya melanjutkan perjalanan ke Australia.

Namun, saat melintas di perairan Wakatobi, mesin kapal yang ditumpangi mengalami kerusakan dan bocor.

Setelah terombang ambing di laut selama lima hari, kapal tersebut terdampar di perairan laut dekat Karang Kapota di Kaledupa.

[war]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Imigran Gelap

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kejagung belum tetapkan tersangka dalam kasus Cessie BPPN
  • Iri cucunya kalah pintar, nenek ini bunuh bocah 5 tahun
  • Setoran BUMN ke negara tak capai target, Menteri Rini angkat tangan
  • Amien Rais terdepan dukung KMP, sekarang PAN pertama yang keluar
  • Siapa yang diuntungkan dari perang mata uang?
  • Brigjen Victor dimutasi karena pensiun, diganti oleh Bambang Waskito
  • Kemana suara aktivis antikorupsi saat pencopotan Budi Waseso?
  • Film Angry Birds jelaskan kisah awal kemarahan burung-burung imut
  • RAPBN 2016, delapan BUMN dapat PSO sebesar Rp 201,3 triliun
  • Kapolri sudah keluarkan Telegram Rahasia Budi Waseso jadi kepala BNN
  • SHOW MORE