687 Kura-kura Mocong Babi gagal diselundupkan

Reporter : Mitra Ramadhan | Senin, 1 April 2013 14:34




687 Kura-kura Mocong Babi gagal diselundupkan
kura-kura moncong babi. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Penyelundupan 687 ekor kura-kura jenis moncong babi berhasil digagalkan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta 1, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Namun, penyelundup berhasil melarikan diri.

Kepala BKIPM Jakarta 1 Tegus Samudro mengatakan, hewan langka tersebut diselundupkan dari Makasar menuju Jakarta melalui bagasi penumpang pesawat Sriwijaya Air pada 15 Maret 2013.

"Sesampainya di Jakarta, kemasan kura-kura moncong babi ini pecah. Barulah saat itu, petugas mengetahui adanya pengiriman ilegal. Kemungkinan pelaku langsung kabur, karena tidak ada yang mengambil barang itu," katanya, Senin (1/4).

Menurutnya, pengiriman hewan langka ini ilegal karena tidak dilengkapi dokumen yang lengkap. Pasalnya kura-kura moncong babi merupakan komoditi yaang dilindungi, berdasarkan PP Nomor 7/1999.

"Hewan ini dilindungi karena terancam punah di wilayah asalnya, Papua. Pelaku penyelundup bisa dijerat pasal 6 UU no 16/1992 dengan ancaman pidana penjara 3 tahun dan denda 150 juta," tukasnya.

Menurut Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Toni Ruchimat, harga kura-kura jenis ini yang berusia kurang dari satu bulan saja bisa mencapai Rp 150 ribu.

"Biasanya kura-kura moncong babi dimanfaatkan untuk obat penambah stamina," ujarnya.

Selanjutnya, ke-687 kura-kura moncong babi ini akan diserahterimakan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta untuk perawatan dan dilepas kembali ke habitat liar.

Sementara Koordinator Konservasi Satwa Langka WWF-Indonesia, Chairul Saleh mengatakan, perdagangan ilegal satwa merupakan ancaman kedua terbesar hilangnya habitat.

Dia mengharapkan tidak hanya sebatas menggagalkan penyelundupan dan serah terima satwa ke balai konservasi, tapi juga ada upaya menangkap pelakunya dan memberikan efek jera.

"Penangkapan ini jadi indikasi bahwa satwa yang dilindungi masih dalam keadaan terancam punah. Masih ada upaya penjualan, diduga pengiriman ini untuk menyuplai perdagangan gelap satwa langka. Untuk itu, perlu ada peningkatan kerjasama secara optimal dengan berbagai pihak," tukasnya.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Penyelundupan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Muncul 2 surat, kubu SDA dan Emron Pangkapi rebutan ketua fraksi
  • Hard disk paling aman di dunia ini bisa diledakkan via SMS
  • Paus kecam praktik menitipkan orang tua ke panti jompo
  • Dukung kenaikan harga BBM, BPH Migas mau SPBU asing serbu RI
  • BBM tersendat, Kapal Dishub berhenti operasi di Kali Adem
  • ESDM: Tidak ada ET, perusahaan batu bara tak boleh ekspor
  • Perbankan belum tarik untung dari sistem pembayaran non tunai
  • New Kawasaki Versys 650 2015, sepintas yang terbarukan
  • Balik arah, Demokrat dukung ajukan paket pimpinan DPR malam ini
  • HMI bakar ban depan KFC Cikini, warga panik
  • SHOW MORE