5 Sikap perlawanan PKS kepada KPK

    Reporter : Hery H Winarno | Rabu, 8 Mei 2013 10:01


    3.
    Saksi kabur

    Merdeka.com - Seorang saksi dalam kaitan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi dan pencucian uang, Ahmad Zaky, bersikap tidak kooperatif. Dia kabur saat tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hendak menyita lima mobil, diduga hasil pencucian uang tersangka Luthfi Hasan Ishaaq , di kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Senin malam kemarin.

    "Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Ahmad Zaky, kemudian tim penyidik membawa dia ke kantor DPP PKS. Karena menurut informasi, mobil yang diduga terkait LHI itu diparkir di sana. Tim sekitar 4 sampai 5 orang bersama Ahmad Zaky kemudian masuk ke gedung, lantas menunjukkan surat penyitaan dari KPK, serta menunjukkan identitas penyidik," kata Jubir KPK Johan Budi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/5).

    Menurut Johan, saat tiba, tim KPK ditemui oleh tim satuan pengamanan DPP PKS. Saat ditunjukkan surat penyitaan, tim satpam DPP PKS menolak permintaan penyitaan lima mobil itu. Ketika proses negosiasi itu, lanjut dia, penyidik berusaha persuasif. Tetapi penjaga di sana tidak kooperatif dan tidak mengizinkan penyidik untuk membawa atau menyita mobil.

    "Sehingga dilakukanlah penyegelan. Ketika negosiasi, saksi Ahmad Zaky pergi dengan cara melompat pagar," ujar Johan.

    Situasi pun menjadi tegang. Akhirnya, sambung Johan, tim penyidik KPK memilih mundur, demi menghindari konflik. Mereka pun urung membawa mobil itu lantaran massa yang berdatangan makin banyak.


    [hhw]

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE