Merdeka.com tersedia di Google Play


4 Kejanggalan pengakuan Serda Ucok sang eksekutor Cebongan

Reporter : Hery H Winarno | Rabu, 17 Juli 2013 05:30

Sidang kasus Lapas Cebongan.

4.
Ucok mengaku diserang kelompok Dicky dkk di LP Cebongan

Merdeka.com - Pengakuan lainnya yang tidak masuk akal adalah ketika Ucok diserang kelompok Dicky cs di sel cebongan. Kejadian bermula Ucok menyeret Kepala Pengamanan Lapas dan meminta untuk menunjukkan Dicky Cs.

Setelah gagal memaksa Kepala Lembaga Pengamanan Lapas (KPLP) Margo Utomo menunjukkan keberadaan Dicky Cs, Ucok melihat ada satu temannya dan seorang petugas menuju ke salah satu ruang tahanan dan dirinya kemudian menyusul.

"Saat itu saya melihat beberapa tahanan bergerombol di sisi jendela. Saya juga melihat bahwa ada satu tahanan yang memberi kode bahwa Dicky Cs ada di ruangan tersebut. Kemudian saya masuk ke ruangan tersebut dan sekilas saya merasa ada yang menyerang saya dengan potongan besi," kata Ucok.

Menurut dia, serangan yang diarahkan ke kepalanya tersebut ia tepis dan akhirnya mengenai pundaknya.

"Saya langsung berbalik dan mencari si penyerang. Saat itu saya berpikir semua yang ada di dalam sel adalah orang jahat. Di belakang pintu saya lihat ada dua orang yang mencurigakan dan langsung saya tembak," katanya.

"Saya juga melihat ada yang melakukan gerakan mencurigakan di ruangan kamar mandi, namun saat itu senjata yang saya pakai macet atau 'ket', sehingga saya keluar dan minta tolong saksi Serda Sugeng Sumaryanto untuk memperbaiki," paparnya.

Ucok mengatakan, dirinya merasa bahwa saksi Serda Sugeng sepertinya tidak sungguh-sungguh memperbaiki senjata dan berusaha menahan, sehingga dirinya langsung mengambil senjata laras panjang yang ada di pundak kiri Serda Sugeng.

"Saya kemudian kembali masuk ke ruang tahanan dan mencari yang bersembunyi di kamar mandi, namun sebelumnya saya sempat melihat korban yang saya tembak ke tiga untuk memastikan, sebab saat ini saya menembak sambil berlari. Setelah yakin sudah mati saya kemudian menembak satu orang yang di kamar mandi," tuturnya.

Baca juga:
Ini pengakuan Serda Ucok sang eksekutor Cebongan
Saksi: Tak ada perintah Kopassus tepuk tangan di LP Cebongan
Denny Indrayana sebut ada kejanggalan di sidang kasus Cebongan
Komandan: Penyerang Lapas Cebongan prajurit andalan Kopassus
Kisah Rudy ditodong senapan saat Kopassus cari Decky cs

[mtf]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Penembakan Lapas, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Penembakan Lapas.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





 

Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Pengelolaan air di rusunawa tumpang tindih, warga kesulitan
  • Anas sebut SBY cocok jadi cawapres Jokowi, Prabowo dan Ical
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terima penghargaan di London
  • Honda CBR150R lokal mengaspal Oktober 2014?
  • Dibilang gendut, ini tanggapan Demi Lovato!
  • BI haramkan batas minimum transaksi uang elektronik
  • Gemini, kisah kebersamaan yang tak lekang oleh apapun
  • Eksekutor pembunuh pasutri kaya di Bandung dibayar Rp 50 juta
  • Utang antara 2 Tersangka, motif pembunuhan pasutri kaya Bandung
  • Gara-gara bobol pulsa, pelajar SMK dipenjara 8 tahun
  • SHOW MORE