4 Hakim yang sidangkan kasus Telkomsel dimutasi

Reporter : Anwar Khumaini | Senin, 15 April 2013 16:19




4 Hakim yang sidangkan kasus Telkomsel dimutasi
Gedung Mahkamah Agung. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali membenarkan pihaknya telah memberikan sanksi hukuman kepada empat hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat terkait putusan pailit Telkomsel.

"Iya ada empat orang yang jelas, saya nggak hafal namanya, mereka majelis yang menangani kasus tersebut (Telkomsel), Satunya hakim pengawas," kata Hatta Ali, usai melantik deputi gubernur BI di Jakarta, Senin (15/4).

Menurut dia, pemberian sanksi tersebut sudah dikirim ke pihak yang bersangkutan. "Saya sudah dengar dari Dirjen Badilum (badan peradilan umum) sanksi sudah dikirim sejak Jumat (11/4), namun mungkin belum diterima," kata Hatta Ali.

Sementara Kasubag Humas MA Rudi Sudiyanto mengatakan keempat hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang disanksi itu terkait memerintahkan pembayaran kurator yang terlalu besar dan tidak sesuai dengan Permenkumham terbaru.

"Mereka terlalu besar mengenakan pembayaran kurator," kata Rudi seperti ditulis Antara.

Berdasarkan pengumuman yang dilansir website MA, sebanyak 44 hakim mendapatkan sanksi, dimana empat hakim merupakan majelis hakim kasus Telkomsel.

Keempat hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang mendapat sanksi adalah SA, AI, NA dan BI karena melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Komisi Yudisial No.047/KMA/SK/IV/2009 - No.02/SKB. /P/KY/IV/2009 huruf c butir 1.1.(8) jo PB MARI dan KY No.02/PB/MA/IX/2012 - 02/PB/P.KY/09/2012 pasal 5 ayat 2 huruf e dan pasal 14 ayat 1, pasal 19 ayat 4.

Hakim SA dimutasi sebagai hakim biasa di PN Jambi, AI dimutasi menjadi hakim di PN Pekanbaru (Pkr), BI dimutasi ke PN Mataram dan hakim NA dimutasi ke PN Palembang (Pl). MA juga membebaskan jabatan sebagai hakim niaga.

Terkait sanksi yang diberikan MA ini, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Bagus Irawan mengatakan belum mendapat kabar terkait sanksi yang diberikan.

"Kami belum mendapat konfirmasi mengenai itu dari Badan Pengawasan MA atau atasan," kata Bagus, saat dikonfirmasi wartawan.

Bagus mengakui kerap diminta klarifikasi terkait kasus pailit Telkomsel oleh Mahkamah Agung, namun belum ada pemeriksaan.

"Memang sering ada klarifikasi majelis Telkomsel, tapi pemeriksaan belum," ungkapnya.

Untuk diketahui, PN Niaga Jakarta Pusat telah menetapkan fee kurator berdasarkan perhitungan 0,5 persen dikalikan total aset yang dimiliki Telkomsel yakni sekitar Rp 58,723 triliun, sehingga hasil perkalian itu adalah Rp 293.616.135.000.

Angka sekitar Rp 293,616 miliar ini dibagi dua antara Telkomsel dengan Pemohon Pailit (Prima Jaya Informatika/PJI) sehingga masing-masing dibebankan Rp146,808 miliar. Pola perhitungan itu menggunakan Permenkumham No 9/1998.

Hakim pemutus kasus pailit Telkomsel di PN Niaga adalah Agus Iskandar, Bagus Irawan, dan Noer Ali. Majelis hakim yang sama juga yang menetapkan imbalan jasa kurator dan biaya kepailitan.

[war]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Telkomsel

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • MUI sentil penghulu yang gampangkan syarat nikah siri
  • Jokowi senang pasokan daging dari NTT ke Jakarta terealisasi
  • Presiden Jokowi masuk daftar pemimpin dunia rupawan
  • Terlalu seksi, pakaian dalam Lady Gaga tertangkap kamera
  • Awas, 14 kecamatan di Bali rawan longsor
  • Ini pembelaan Esti setelah postingan soal jilbab bikin heboh
  • Sulit beradaptasi dengan atmosfer kantor? Ini alasannya!
  • Olahan jengkol, makanan tradisional kini jadi menu kafe
  • Dari Anas sampai loyalis kritik SBY nyalon ketum Demokrat lagi
  • Macam-macam alasan orang pilih nikah siri
  • SHOW MORE