3 Terdakwa kasus pencucian uang Bank Century divonis bebas murni

Reporter : Baiquni | Senin, 10 Juni 2013 16:40




3 Terdakwa kasus pencucian uang Bank Century divonis bebas murni
tipikor. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Tiga terdakwa kasus pencucian uang bailout Bank Century, Raden Mas Johanes Sarwono, Stefanus Farok Nurtjahja, dan Umar Muchisin dinyatakan tidak terbukti terlibat dalam upaya pencucian uang yang dilakukan Direktur Bank Century, Robert Tantular. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memberikan vonis berupa bebas murni kepada ketiganya.

"Ketiga terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan, sekaligus memulihkan namanya dari segala tuntutan hukum," ujar Ketua Majelis Hakim Bagus Irawan saat membacakan amar putusan dalam sidang di Gedung PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin (10/6).

Majelis hakim mendasarkan putusan ini pada pertimbangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menyertakan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam lembar dakwaan yang menyebut ketiganya terlibat kasus pencucuian uang itu. Selain itu, majelis hakim juga menilai uang yang disita Mabes Polri dari rekening Yayasan Fatmawati sebesar Rp 20 miliar bukan merupakan uang milik ketiga terdakwa.

Ketiga terdakwa sebelumnya dituntut hukuman penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mustofa. Mustofa menilai ketiganya bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Terkait putusan ini, Mustofa masih akan mempelajari putusan sebelum mengajukan Kasasi. "Kami pikir-pikir dulu," terang dia.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Hermawi W Taslim mengapresiasi putusan ini. Dia menilai pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan sudah tepat.

"Tadi majelis hakim mempertimbangkan semua aktivitas dalam kasus Fatmawati ini berlandaskan akta-akta notaris. Jadi, apapun yang mereka lakukan dibuat berdasarkan akta notaris," ungkap Taslim.

Kasus ini bermula saat ketiga terdakwa membeli tanah seluas 22 hektare dari Yayasan Fatmawati senilai Rp 65 miliar pada tahun 2003. Uang yang mereka gunakan berasal dari terdakwa Toto Kuntjoro.

Uang tersebut diduga merupakan hasil pencucian uang karena Toto mendapatkan dari terdakwa Robert Tantular. Padahal, kasus bailout Bank Century berlangsung pada tahun 2009.

Selain itu, transaksi pembelian tanah itu berlangsung dengan melibatkan notaris agar tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Semua transaksi terkait pembelian tanah itu tercatat dalam akta notaris.

[hhw]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kasus Century

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Menpora ungkap penyebab jebloknya Timnas
  • Moeldoko: UU TNI yang dilarang prajurit, keluarga boleh dong
  • Tak dekat Prabowo, alasan Ahok pilih konsultasi wagub ke Mega
  • 10 Khasiat super makan pisang untuk kesehatan
  • Lawan polisi dengan pisau, preman tukang palak ditembak
  • Mabes TNI: Anggota aktif bantu pasangan berpolitik dicopot!
  • Ahok akan bangun sirkuit motor di bawah Sutet
  • Menteri BUMN bantah bos Semen Indonesia jadi Dirut Pertamina
  • Ingin terus online gratis saat traveling? Ini dia tipsnya!
  • Minim armada, petugas Polair Jateng kewalahan tangkap kapal ikan
  • SHOW MORE