23 Terpidana kasus terorisme dipindah ke Nusakambangan

Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu | Rabu, 30 Januari 2013 11:07




23 Terpidana kasus terorisme dipindah ke Nusakambangan
teroris. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 23 terpidana kasus terorisme dipindah dari Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya ke sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Para terpidana kasus terorisme diangkut menggunakan dua bus pariwisata yang tertutup rapat dengan pengawalan ketat personel Densus 88 Antiteror tiba di Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan), Cilacap, Rabu pukul 07.05 WIB.

Sesampainya di tempat itu, satu bus pengangkut narapidana beserta sejumlah kendaraan pengiring langsung naik ke Kapal Pengayoman II milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang akan menyeberangkan mereka ke Pulau Nusakambangan.

Satu bus lainnya dan menunggu di Dermaga Wijayapura karena kapal tidak mampu mengangkut seluruh kendaraan. Bus pertama diberangkatkan menuju Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan pukul 07.15 WIB.

Setelah menyeberangkan bus pertama, Kapal Pengayoman II kembali ke Dermaga Wijayapura pada pukul 07.35 WIB guna menjemput bus kedua yang diberangkatkan pukul 07.45 WIB.

Berdasarkan pantauan di Dermaga Wijayapura, setelah seluruh kendaraan yang diseberangkan ke Pulau Nusakambangan, kendaraan-kendaraan itu berjalan beriringan menuju Lapas Kelas I Batu.

Informasi yang dari petugas di Dermaga Wijayapura, 23 terpidana kasus terorisme tersebut untuk sementara ditempatkan di Lapas Batu sebelum didistribusikan ke sejumlah lapas lainnya di Nusakambangan.

Kendati demikian, petugas salah satu lapas di Pulau Nusakambangan ini mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti nama-nama terpidana kasus terorisme tersebut.

Sementara itu, pengamanan di sekitar Dermaga Wijayapura, Cilacap, terpantau sangat ketat sejak pagi hari hingga proses pemindahan puluhan narapidana menuju Nusakambangan.

Puluhan personel Kepolisian Resor Cilacap dan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah tampak berjaga di sekitar dermaga, beberapa orang di antaranya menyandang senjata laras panjang.

Mereka meminta para petugas sejumlah lembaga pemasyarakatan yang hendak menuju Pulau Nusakambangan untuk menunggu di luar pagar dermaga selama proses pemindahan tersebut berlangsung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah petugas, semula direncanakan adanya pemindahan 34 terpidana kasus terorisme dari Rutan Polda Metro Jaya ke Nusakambangan.

Di antara terpindana kasus terorisme yang akan dipindahkan ini terdapat sejumlah nama yang cukup dikenal, seperti Abu Dujana, Roki Aprisdianto, dan Pepi Fernando.

Abu Dujana alias Ainul Bahri alias Yusron Mahmudi alias Abu Musa alias Sorim alias Sobirin alias Pak Guru alias Dedy alias Mahsun bin Ali Tamami yang divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terlibat dalam jaringan Jamaah Islamiyah.

Abu Dujana ditangkap Densus 88 Antiteror di Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, pada tanggal 9 September 2007.

Roki Aprisdianto alias Abu Ibrahim alias Atok Prabowo alias Heru Cokro bin Nova Gani Vianto yang divonis enam tahun penjara oleh PN Jakarta Barat atas kasus teror bom di Klaten.

Roki sempat kabur dari Rutan Polda Metro Jaya dengan menggunakan cadar warna hitam pada tanggal 6 November 2012.

Pepi Fernando bin Maman alias Muhamad Romi alias Ahyar yang divonis 18 tahun penjara oleh PN Jakarta Barat atas kasus bom buku dan bom Serpong. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti apakah tiga terpidana kasus terorisme tersebut turut dalam pemindahan pada Rabu pagi.

Salah seorang anggota Tim Pengacara Muslim (TPM), Ustaz Hasyim mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti nama-nama terpidana kasus terorisme yang dipindah dari Jakarta ke Nusakambangan karena kedatangannya bukan terkait dengan pemindahan tersebut.

"Informasi dari Pak Michdan (Koordinator TPM Achmad Michdan, red.), berdasarkan putusan jaksa ada sekitar 22 orang, namun kami belum mengetahui secara pasti nama-namanya," kata dia saat ditemui di Dermaga Wijayapura saat hendak membesuk Abu Bakar Ba'asyir yang menghuni Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.

Menurut dia, saat ini Achmad Michdan juga telah berada di Lapas Pasir Putih guna membesuk Abu Bakar Ba'asyir. "Pak Michdan juga akan menemui Rois yang terlibat bom Kuningan terkait dengan putusan eksekusi," katanya.

[did]

KUMPULAN BERITA
# Terorisme

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Bentrok antar warga, polisi di Makassar jadi bulan-bulanan massa
  • Menyusui cegah depresi pasca melahirkan
  • Bikin onar di Bandara, 50 WNA diusir dari Batam
  • Mendagri sebut anggaran e-KTP RP 500 M tertahan di Kemenkeu
  • Pacar pembantu cabuli anak majikan sudah beristri dan beranak 3
  • Pemerintah SBY batal kucurkan Rp 1 miliar per desa
  • Semoga tak ada lagi gugatan dari Prabowo
  • Fotografer Kanada dokumentasi kebiasaan merokok bocah Indonesia
  • Unik, pria ini lamar kekasih dengan 1001 hot dog!
  • CT sebut pengganti sementara Karen pejabat senior Pertamina
  • SHOW MORE